oleh

Galian C Marak Di Tualang, Proyek Pemerintah Diduga Gunakan Tanah Timbun Tak Berizin

METRORAKYAT.COM SIAK – Proyek pembangunan jembatan pada ruas jalan batas Kabupaten Siak-Perawang / Okura ) Pekanbaru, di Jalan Penghubung PT SIR, Desa Maredan Barat, Kecamatan Tualang, Siak diduga menggunakan tanah timbun yang tidak memiliki izin. Proyek gawaian Pemerintah Provinsi Riau dengan anggaran 6,8 Miliar Rupiah itu, dikerjakan oleh CV Setia Usaha, dengan konsultan pengawas CV Arya Techno Consultant.

Hasil penelusuran awak media, tanah timbun tersebut digali dari areal PT SIR, menurut sumber.

“Ya tanahnya dari PT SIR pak. Soal izin saya nggak faham pak, karena itu urusan bos pak,” kata salah seorang pekerja diareal proyek sembari tidak memberitahu namanya, Kamis (23/9).

Sementara itu hasil wawancara dengan Badan Lingkungan Hidup menyatakan bahwa soal perizinan Galian C ditentukan oleh pemerintah di pusat.

“Perizinan itu saat ini dikeluarkan oleh pusat. Bukan lagi provinsi. Soal izin bisa konfirmasi ke bagian perizinanlah,” ujar Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan kerusakan Lingkungan Hidup Pemkab Siak, Ardayani.

Ardayani menekankan bahwa akibat pengerukan tanah diberbagai tempat bisa mengakibatkan bencana.

“Ya kalau dikeruk tanah itu maka yang ditinggalkan berlubang tanahnya, lalu datang hujan dan menjadi kubangan air. Kalau ada anak-anak bermain disana bisa bahaya, karena genangan air itu pasti dalam tentunya,” sambungnya.

Menanggapi perihal adanya aktifitas pertambangan atau galian c (tanah urug) di Kecamatan Tualang Kasatpol PP Kabupaten Siak Kaharuddin SSos MSi mengatakan, untuk perizinan galian atau pertambangan saat tidak ada di Kabupaten Siak.

“Untuk perizinan galian c itu adanya di provinsi, kalau pun kabupaten saya rasa itu hanya rekomendasi, kabupaten tidak ada mengeluarkan izin,” kata Kasatpol PP Siak saat di jumpai usai sidang tipiring pelanggar prokes di aula kantor Camat Tualang, Rabu (22/9/2021). (RED/MR)

Breaking News