Dirut MIND-ID Tak Dapat Menjelaskan Pertanyaan Andian Dalam RDP
METRORAKYAT.COM, JAKARTA – Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI dengan Direktur Utama MIND-ID membahas tambang milik PT. Antam Tbk di Pongkor, Senin (27/09/2021).
Banyak pertanyaan yang diajukan Anggota DPR-RI terutama Adian Napitupulu, terkait pertambangan di Pongkor yang tidak bisa dijawab Oleh Dirut PT.Antam.
Diketahui oleh Adian kawasan pertambangan PT. Antam di Pongkor banyak merugikan masyarakat, terutama para kontraktor, karena PT. Antam belum membayarkan utang mereka hingga ratusan miliar. Sehingga banyak kontraktor yang gulung tukar.
” Berapa banyak Antam tidak bayar hutang ke sekian banyak kontraktor dan sub-sub kontraktor yang dipekerjakan? Ratusan miliar pimpinan. Mereka bunuh pengusaha-pengusaha kecil itu, sementara pengusaha kontraktor dan sub sub kontraktor bertebaran mati dengan alasan pandemi”, terang Andian.
Menurut Andian, PT. Antam masih menggandeng kontraktor dari Jakarta semua. Selama puluhan tahun tetap memakai kontraktor yang sama.Tidak ada perusahaan lokal lahir sejak tahun 70-an sampai hari ini. PT. Antam tidak mengembangkan siapa-siapa di Pongkor
“Kontraktor yang dipakai, kontraktor Jakarta semua, selama puluhan tahun dari situ ke situ, manfaat mereka apa, buat alam yang terkorbankan dan rakyat yang terpinggirkan karena dibangunnya tambang di sana, tidak ada yang kalian kembangkan, yang kalian kembangkan perut kalian sendiri, rumah kalian tambah besar, di sana tidak ada lahir pengusaha lokal yang berasal dari pongkor, yang kemudian masuk dalam pertarungan perebutan proyek-proyek nasional, gak ada,”tambah Adian.
Ditegaskan juga, BUMN ini seharusnya membantu negara dan membantu rakyat, khususnya tambang, namun dalam prakteknya rakyat tidak ada yang terbantu. Adian juga menanyakan kepada Dirut PT.Antam terkait apa yang telah dilakukan untuk rakayat Pongkor dari tahun tujuh puluhan.
Dari banyaknya pertanyaan yang di ajukan Adian, Dirut PT.Antam tak dapat menjelaskan dengan alasan tidak membawa data.
“Kami tidak bisa menjawab sekarang karena datanya nggak kita siapkan,” ujar Dirut PT. Antam.(MR/Red).
