Mesin Judi Merek “Surya 999” Jenis Tembak Ikan Diduga Kebal Hukum
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Mesin judi jenis tembak ikan merk ‘Surya 999’ menguasai arena di wilayah hukum Polrestabes Medan dan sebagian Polresta Deli Serdang. Mesin permainan judi itu diduga kuat milik inisial STanggang.
Pria keturunan Tapanuli itu bukan bandar judi yang baru mengelola jenis judi, Namun, ia sudah melanglang buana didunia ‘Bisnis Haram’ berupa judi tembak ikan, jackpot di Sumatera Utara, Sabtu (14/8/2021).
Paska perpanjangan pemberlakukan PPKM Level 4 di Kota Medan, tak sedikit masyarakat berkeluh kesah dan khawatir akan keberlangsungan kehidupan ekonominya tak tercukupi.
Pasalnya, ketika penggerakan masyarakat dibatasi tentu banyak toko, warung, kedai, cafe dan lainnya akan tutup alias tidak beroperasi di Kota Medan.
Tetapi ironis, dikala PPKM Level 4 yang berlaku hingga Agustus 2021 ini ternyata sebagian “tak berlaku” bagi mafia judi atau penggila judi di Kota Medan dan sebagian Deli Serdang.
Walau kabarnya ada lokasi judi yang ditutup karena pengunjung sepi, namun masih lebih banyak lokasi yang beroperasi hingga 24 jam. Betapa tidak, arena perjudian berupa gelanggang permainan (gelper) atau dijuluki judi tembak ikan saat ini makin menggurita dan berkembang pesat kipranya di Kota Medan dan Deli Serdang.
Diketahui, hampir semua Kecamatan di Kota Medan judi tembak ikan ini tak sulit menemukannya dan banyak dipemukiman warga, gang-gang kecil, warung sederhana, tempat cuci mobil, di ruko ruko, dipasar pasar bahkan dekat kantor Polisi sekalipun juga ada ditemukan bebas beroperasi tanpa hambatan.
Mesin judi tembak ikan ini memiliki kode tertentu, kendati model dan type meja ikan tampak mirip namun masing masing memiliki kode rahasia tertentu yang berbeda beda.
Hasil amatan wartawan dilapangan, bahwa kode rahasia meja judi tembak ikan ini paling dominan ditengah masyarakat Kota Medan, setidaknya ada 2 (dua) kode rahasia dengan “mafia judi” yang berbeda.
Ia adalah ‘Surya 999’ (dulu punya merek TK Rejeki yang sudah berganti kode). Dan meja ikan kode rahasia lain masih banyak yang beredar tapi tak begitu terkenal dipasaran seperti kode ‘SS’.
Bisnis ‘haram’ ini cukup menggiurkan dikalangan mafia judi di Kota Medan, selain omzetnya besar juga tidak perlu bersusah payah mendapatkan pundi pundi uang.
Hanya mengelola 1 atau 2 lebih meja saja, maka bisa meraup ratusan juta rupiah. Dan nyaman pula beroperasi di Kota Medan dan sebagian di pinggiran Deli Serdang.
Namun, kali ini yang dibahas judi tembak ikan dengan kode rahasia ‘SS’ saja. Akhir akhir ini mesin judi tembak ikan merk ‘SS’ terus ‘marak’ di berbagai lokasi.
Setidaknya mesin judi ini terlihat ada disejumlah lokasi di kawasan Medan Tuntungan, Pancur Batu, Kwala Bekala, Medan Johor.
Diketahui, mesin judi ini dikelola pengusaha inisial ‘SS’ yang kini sedang ditahan di sel tahanan Polrestabes Medan karena tersangkut kasus kekerasan terhadap wartawan karena ia sebagai otak intelektualnya.
Berbeda dengan mesin judi tembak ikan buatan lokal atau yang banyak tersebar saat ini, mesin judi tembak ikan merek SS ini terus berkiprah yang konon katanya memiliki modal besar.
Bisnis judi ini dikabarkan sudah hampir setahun beroperasi. Dengan jumlah mencapai ratusan unit yang tersebar di sejumlah wilayah kecamatan di Kota Medan
NR, seorang warga Medan Tuntungan mengaku sejak ada mesin judi ‘SS’, lokasi perjudian itu semakin ramai. Pasalnya para pemain penasaran dengan kelebihan mesin itu.
“Mereka mencoba dan merasa semakin tertantang untuk terus bermain,” ujarnya, Jumat (13/8/2021) kemarin. Sehingga tidak mengherankan jika dilokasi-lokasi mesin judi tembak ikan merek ‘SS’ selalu ramai didatangi pemain.
Sementara, seorang ibu rumah tangga MS warga Namo Gajah mengaku resah atas adanya permainan judi yang berkedok game ketangkasan ini.
“Suami saya jarang memberi setoran uang kerumah, karena tiap hari main judi terus, anak pun mengeluh karena untuk biaya sekolah sudah nunggak, gara gara judi tembak ikan itu,” ujarnya.
Ia berharap lokasi-lokasi judi berkedok game ketangkasan ini dibubarkan aparat penegak hukum karena sudah meresahkan masyarakat.
“Kalau sudah palak, omak-omak pulak nanti yang grebeknya,” ujarnya kesal sembari berharap pihak kepolisian di Sumatera Utara serius melakukan penutupan judi dan jangan hanya setengah hati.(MR/NM)
