oleh

Satu Unit BB Toyota Hilux “Hilang” Di Halaman Kejari Langkat Belum Terungkap

METRORAKYAT.COM, STABAT – Meski telah dilaporkan ke Kepolisian Resort (Polres) Langkat, hilangnya Barang Bukti (BB) satu unit mobil merk Toyota Hilux bernomor polisi BK 9556 ZF terkait kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), dari halaman Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Langkat pada 19 Januari 2021 lalu, sampai saat ini belum menunjukan titik terang.

Akibatnya, beragam rumor berkembang di masyarakat. Ada yang menduga kalau hilangnya BB itu disebabkan kelalaian, dan ada juga yang menyebut terjadinya unsur kesengajaan.

Sebagaimana diketahui, dalam kasus TPPU ini, berawal dari penangkapan Mardani, bandar besar narkoba, oleh BNN pada 28 Juli 2018 di Jalan Raya Tanjung Pura KM 51-52 Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Penangkapan Mardani dilakukan dari pengembangan kasus narkoba dengan tersangka Khairun Amri dan Rizal Sahputra.

Selain dijerat kasus narkoba, Mardani, warga Dusun Melati, Kelurahan Biara Barat, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, yang juga beralamat di Jalan Sena, Dusun XI Kelurahan Pekan, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut, dikenakan juga kasus pencucian uang oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia dengan Nomor Registrasi Perkara PDM-276/Stbat/07/2019 dan dilimpahkan penanganannya di Pengadilan Negeri Stabat.

Dalam perjalanan kasus TPPU ini, permasalahan pun mulai timbul. Selain pemblokiran seluruh rekening para pelaku yang sudah dipidana, harta tak bergerak dan harta bergerak juga turut disita, termasuk tiga unit mobil pelaku.

Ironisnya, ketiga unit mobil yang turut disita yakni satu unit mobil Toyota Hilux dengan nomor polisi (Nopol) BK 9556 ZF, Honda Mobilio Nopol B 1586 BMA dan mobil Honda HRV Nopol BK 1962 ZC, dikabarkan sempat dipakai oleh para pimpinan dan staf Kejari Langkat.

Sumber yang layak dipercaya menyebutkan, sebelum adanya laporan BB hilang tersebut, mobil Toyota Hilux itu sempat dipakai oleh eks Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Langkat, Iwan Ginting.

Sedangkan mobil Honda Mobilio sempat digunakan oleh Kepala Seksi (Kasi) BB Kejari Langkat, Viktor, dan satu unit mobil Honda HRV sempat digunakan salah seorang Jaksa Fungsional, Renhard Harve.

“Nah, pada saat salah satu mobil yang merupakan BB itu yakni mobil Toyota Hilux BK 9556 ZF hilang dari halaman Kejari Langkat, pada Selasa tanggal 19 Januari 2021 sekira pukul 22.43 WIB, kehilangan tersebut dilaporkan ke Polres Binjai pada Rabu 20 Januari 2021. Setelah dilaporkan, kedua unit mobil BB lainnya kemudian ditarik dan tetap diletakkan di halaman Kejari Langkat,” ungkap Ketua LSM Perjuangan Keadilan (Peka) Langkat, Mariono, kepada media, Kamis (08/07/2021), di Stabat.

Ia mengaku sudah mengkonfirmasi hal itu kepada Kasi Intel Kejari Langkat, Boy Amali, yang saat itu didampingi staf Intel, Obrika dan Juanda di ruang Kasi Intel tentang kronologi hilangnya BB tersebut.

Diurainya, menurut Boy Amali, malam kejadian antara jam 22.43 WIB, saat hujan rintik, barang bukti keluar melalui pintu depan yang dijaga sekuriti atas nama Septian.

Saat itu kondisi portal dan pagar tidak terkunci, mengingat kondisi hujan dan ada karyawan yang keluar-masuk untuk membeli sesuatu, sehingga pintu tidak dikunci. Setelah melihat mobil BB keluar, penjaga curiga dan menelepon Kasi BB, Viktor, yang kemudian memerintahkan pengejaran karena pencurian. Katanya sempat terjadi kejar-kejaran sampai di SPBU Desa Cempa, Hinai dan sempat terjadi keributan. Selain itu peristiwa keributan sempat diabadikan petugas SPBU setempat.

Disebutnya, Boy Amali mengatakan jika BB mobil tersebut dirawat oleh Kasi BB, seperti dipanasi mesinnya.

Namun, penanganan kasus hilangnya BB satu unit mobil Toyota Hilux yang ditangani Polres Langkat itu, tidak jelas penyelesaiannya.

“Pertanyaannya, jika sekuriti tak mengenal pengemudi, apa bisa orang lain bebas keluar masuk pada malam hari mengingat pengamanan di kantor Kejari Langkat bisa dibilang ketat. Dari hal diatas dapat diduga kejadian tersebut bukan pencurian, melainkan penggelapan ataupun penghilangan BB karena terdapat barang bukti narkoba tersisa yang mungkin tersimpan dikendaraan tersebut. Ini kata salah seorang anggota Pidum Polres Langkat, yang gak usah disebut-sebut namanya,” beber Mariono.

Mariono menambahkan, setelah kejadian atau dilaporkan, kedua unit mobil BB itu ditarik pada tanggal 20 Januari 2021 dan disimpan di halaman kantor Kejari Langkat.

Saat kejadian, selain sekuriti yang bertugas di Kejari Langkat saat itu, ada sistem keaman lainnya berupa CCTV dan portal, serta pintu pagar utama.

Sementara itu, Kanit Pidum Polres Langkat, Bram Chandra, yang menangani kasus hilangnya mobil BB pada awal tahun 2021 di area Gedung Kejari Langkat, saat dikonfirmasi terkait sejauh mana penanganan pelaporan hilangnya BB tersebut melalui chat aplikasi WhatsApp, Kamis (08/07/2021), hingga berita ini diterbitkan tidak membalas. (Heri Surbakti/Sipa Munthe)