oleh

Dugaan Kasus Dana Hibah Ke Yayasan Tipari Terus Berlangsung Dalam proses Peyilidikan Tipikor Polres Sorong Selatan

METRORAKYAT.COM, SORONG SELATAN –  Proses penyilidikan dugaan kasus Danah hibah yang dianggarkan pemerintah kabupaten Sorong Selatan ke yayasan Tipari milik Ibu Inisial BM yang adalah Istri Bupati Sorong Selatan SA miliaran rupiah, kini terus masih dalam penyilidikan Tipikor Reskrim Polres Sorong Selatan sedang berlangsung.

Hal tersebut disampaikan Kasat Reskrim polres Sorong Selatan, Iptu Ade Setiawan, S.T.K, usai di konfirmasi awak media di ruang kerjanya pada Senin, (26/7/2021).

Iptu Ade Setiawan, S.IK, Kasat reskrim polres Sorong Selatan kepada Awak media menjelaskan bahwa terkait dugan kasus Danah hibah yang diberikan pemda Sorong Selatan ke Yayasan Tipari kini sedang berlangsung.

“Sementara ini kita sudah mengirim surat permintaan dokumen hibah yang ada baik dari Yayasan sendiri bahkan pemerintah daerah yang berkaitan dengan danah hibah sembari kita akan melakukan pemeriksan,”ujarnya.

Tindaklanjutnya, Kita juga akan melakukan pemeriksaan kepada saksi saksi khusus staf dosen S2 yang nama namanya masuk sebagai tenaga pengajar di kampus tersebut. sehingga kami akan pastikan ke dosen tersebut apakah benar yang bersangkutan menerima upah honor dari yayasan ataukah tidak, kemudian proses belajar mengajar dilakukan seperti bagimana.

“Namun kami sendiri sementara masi mengalami kendala dimana ada beberapa dosen yang berada di wilayah jawa dan kamipun masih di perhadapan dengan wabah covid 19 yaitu ppkm sehingga kami belum bisa berangkat untuk menemui yang bersangkutan” ungkap Ade Setiawan.

Lanjut dia lagi, pihaknya juga nanti akan melakukan pemeriksan ahli ahli dari keungan seperti BPK dan ahli khusus dari penanganan hibah, proses tersebut dilakukan sambil menunggu dokumen dokumen yang belum di kumpulkan dari yayasan ke penyidik.

Dirinya pun berharap proses penyilidikan akan rampung baik dari keterang para saksi yang masih dilakukan pemeriksan nanti kemudian ditambah dengan keterangan saksi ahli serta bukti dokumen yang akan di rampungkan.

“Lalu kita akan berkordinasi dengan APIP sesuai MOU yang ada sehingga kita bawa dalam proses gelar perkara terkait masalah ini,”tegas Ade Setiawan.

Dirinya pun berharap proses ini terus berlangsung karena merupakan persoalan yang di tinggalkan kasat reskrim yang lama.

“Sehingga memang beberapa kalipun terkendala dengan kegiatan yang ada dan juga ditambah dengan PPKM Darurat sehinga sedikit membatasi kegiatan kita.  Saya juga berterimakasih kepada wartawan bahkan rekan rekan lain yang terus mensuport dan mengingatkan kita untuk terus selalu konsisten,”tutut Kasat Reskrim.(MR/Dewa).

Breaking News