Keluarga Minta Pelaku Pembunuhan di Sungai Apung Labuhan Batu Utara di Hukum Seberat-Beratnya
METRORAKYAT.COM, LABUHAN BATU – Pelaku berinisial RTD alias Sitompul (38) yang membacok Gatot Daniel Pardede (50) hingga tewas menggunakan Kampak di Desa Sei Apung, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhan batu Utara (Labura), Sumatera Utara, Selasa (1/6/2021) kemarin sekitar pukul 21.30 WIB, keluarga korban minta pelaku pelaku pembunuhan dihukum seberat-beratnya.
Kepada Metrorakyat.com, Jum’at (04/06/2021), keluarga korban mengaku, Gatot Daniel Pardede dan istrinya adalah orang baik yang suka menolong, juga tidak pernah kasar dan korban juga bukan seorang yang suka mabuk mabukan dan tidak juga merokok.
“Almarhum Abang saya ini, Gatot Daniel Pardede orangnya baik, jarang sekali marah dan juga suka membantu para karyawannya termasuk kepada pelaku,” sebut Manaris Sinaga.
Lanjut Manaris Sinaga, setahu saya selaku keluarga, anak pelaku pembunuhan tersebut disekolahkan, biaya hidup ditanggung dan rumah pun dibuatkan oleh korban. Tidak hanya itu saja, Gatot (korban-red) juga sering membuat kebersamaan dengan karyawan-karyawannya, seperti membuat acara musik di rumah dengan menyewa organ musik agar sama-sama terhibur.
“Almarhum juga bukan seorang rentenir seperti yang saya baca media dan saya selaku keluarga almarhum menilai ada beberapa beritanya yang beredar negatif semua padahal tidak seperti itu sifat Abang saya itu,” pungkas Manaris Sinaga.
Ditambahkannya, memang pelaku sudah diamankan pihak Kepolisian beserta barang bukti kampak yang digunakan pelaku untuk menghabisi abang saya dan saya selaku keluarga almarhum mengutuk keras pelaku tersebut dan dihukum seberat-beratnya,” tegasnya.
Hugo Tambunan, SH yang merupakan bere atau keponakan korban yang ditinggal di Jakarta memberikan keterangan kepada biro Metrorakyat.com Labuhan Batu melalui telepon seluler pribadinya menyebutkan, bahwa Gatot Daniel Pardede adalah Tulang atau Paman kandungnya.
“Memang betul Almarhum orang baik panutan untuk keluarga,kerabat bahkan lingkungan sekitanya. Saya sebagai bere yang tinggal di Jakarta mengutuk keras atas pembunuhan yang dilakukan anggotanya berinisial RTD alias Sitompul (38) terhadap Tulang saya,” sebut Hugo Tambunan, SH.
Sambung Hugo Tambunan, SH, selama saya tinggal dikampung, tulang saya ini selalu akrab bercengkrama kepada keluarga dan karyawannya, suka memberi tanpa pamrih dan selalu berfikir dan berbuat membuka pekerjaan bagi warga sekitar. “Jadi, kalau ada berita miring mengatakan, beliau rentenir adalah Hoax, serta tidak dapat dipertanggung jawabkan opininya. Kalau menurut saya isu soal rentenir hanya untuk pembenaran pelaku pembunuhan dan itu kami pihak keluarga sangat tidak menerimanya sama sekali,” terangnya.
Lebihlanjut dikatakannya, kami keluarga baik yang ada di Sumut (Sumatera Utara) dan di Jakarta akan terus mengawal kasus pembunuhan sadis ini hingga tuntas dan keluarga berharap pelaku biadap itu di hukum seberat beratnya sesuai pasal 340KUHP. Karena pembunuhan sangat jelas dilakukan berencana dengan mempersiapkan kampak dan melalui video yang beredar jelas pembunuhan sadis tersebut dilakukan di hadapan anak korban yang masih kecil, dan pelaku membiarkan korban meregang nyawa. Karena perbuatannya itu, pelaku sangat layak di hukum mati,” ungkap Hugo Tambunan,SH. (MR/HPS)
