oleh

OJK dan BEI Gelar Event Peringati 10 Tahun PMS Indonesia

SHARE
61 views

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Di masa Pandemi ini, bertepatan 10 tahun momentum kebangkitan pasar modal syariah di Indonesia, BEI, KPEI dan KSEI bekerjasama Direktorat Pasar Modal Indonesia (PMS), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperingati momen lewat event bertema “Satu Dekade Kebangkitan Pasar Modal Syariah Indonesia” yang diselenggarakan secara virtual tanggal 12 April – 31 Mei 2021.

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Wilayah Sumut, Pintor menjelaskan dekade sepuluh tahun regulasi telah diluncurkan OJK dan fatwa yang telah dikeluarkan Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai pengembangan PMS kian lengkap. 

“Ada delapan POJK terkait efek syariah juga lima POJK terkait prinsip syariah. Pada periode sama, DSN MUI mengeluarkan delapan belas fatwa terkait efek syariah, dan enam fatwa terkait panduan investasi syariah,” sebutnya, Senin (12/4/2021) di Medan.

PMS Indonesia tercatat menjadi pasar modal di Dunia yang memiliki proses transaksi saham secara end to end serta memenuhi prinsip syariah. Investor bertransaksi sesuai prinsip syariah yang menggunakan Sharia Online Trading System (SOTS) sesuai Fatwa DSN MUI No 80 tahun 2011. 

“Sebanyak 17 anggota bursa yang memfasilitasi SOTS. Tersedia akun khusus bagi investor saham syariah SOTS. Proses kliring maupun penjaminan sesuai prinsip syariah (Fatwa DSN MUI No 138 tahun 2020) yang dilakukan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI),” ungkapnya.

Begitupun, proses penyelesaian serta penyimpanan transaksi efek yang dilakukan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang sesuai dengan prinsip syariah melalui Fatwa DSN MUI No. 124 tahun 2018. Saat ini juga terdapat 5 bank yang memfasilitasi Rekening Dana Nasabah (RDN) syariah yakni dua bank umum dan tiga unit usaha bank.

“Dimana PMS Indonesia saat ini telah memberikan kontribusi langsung bagi kesejahteraan umat dalam bentuk integrasi filantropi Islam dengan efek syariah. Diantaranya dalam bentuk zakat saham yang diluncurkan pada 2017, wakaf saham pada 2019 dan Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) pada tahun 2020,” sebut dia.

Pada zakat saham, program penyaluran saham dengan keuntungan sebagai obyek zakat bekerjasama Amil Zakat (BAZNAS) dan AB (Anggota Bursa) SOTS. Sampai saat ini terdapat 1 AB SOTS dan 1 Amil.  Sementara itu, wakaf saham hingga sekarang ini terdapat 6 AB SOTS dan 5 Nazhir.

“Namun Pasar Modal Syariah mampu bersaing dengan investasi di sektor lainnya, BEI secara konsisten berupaya mengembangkan Pasar Modal Syariah melalui program edukasi serta inovasi produk dan infrastruktur baik dari sisi demand maupun supply. Pengembangan PMS yang dilakukan BEI pada prinsipnya mendukung strategi pengembangan PMS dari OJK untuk menjadi industri PMS yang berkontribusi signifikan untuk ekosistem ekonomi dan keuangan nasional yang tertuang dalam Roadmap PMS (2020-2024),” paparnya.

Arah pengembangan Roadmap PMS tersebut diimplementasikan oleh BEI dalam bentuk Program Literasi dan Inklusi PMS untuk memperkuat basis investor syariah ritel, Program Pengembangan Efek serta Instrumen Syariah untuk memperluas bauran produk PMS, Program Pengembangan Infrastruktur PMS dalam memperkuat layanan dan landasan hukum/fatwa PMS,  Program Penguatan Sinergi dengan para stakeholder PMS, serta Pemanfaatan teknologi untuk pendidikan dan investasi Syariah, katanya mengakhiri. (MR/156).

Breaking News