Akibat Pandemi Covid-19 Pertumbuhan Perekonomian Terganggu

Akibat Pandemi Covid-19 Pertumbuhan Perekonomian Terganggu
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SAMOSIR – Perkembangan perekonomian secara nasional terganggu akibat pandemi Covid-19 terhadap kinerja perekonomian global Indonesia maupun Sumatera Utara (Sumut).

Kegiatan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) adalah upaya pemerintah melakukan akselasi perluasan elektronifikasi secara digitalisasi setiap daerah.

“Di masa pandemi sekarang ini, kebijakan strategis dapat diharapkan memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga dapat mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sumut, Soekowardojo melalui sambutan di High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) di Hotel Adi Mulia Medan, Jumat (9/4/2021).

Kegiatan acara High Level Meeting TPID yang dirangkai dengan launching TP2DD Sumut dihadiri Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi, ketua DPRDSU, Bupati/walikota dan pimpinan Forkopimda di Sumut.

Dijelaskan Soekowardojo, dimana diterbitkannya surat Keputusan Presiden No. 3 Tahun 2021, tentang Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (Satgas P2DD) tanggal 4 Maret 2021 lalu, tentu sudah menjadi momentum yang tepat untuk mengakse!erasi perluasan digitalisasi di Sumut melalui pembentukan TP2DD.

Soekowardojo juga menyampaikan bahwa seiring bersama momentum persiapan menyambut Ramadhan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) sering terjadi peningkatan permintaan dan berpotensi memicu gejolak harga.

Dimana fluktuasi harga menurutnya, umum akan terjadi disebabkan adanya keterbatasan pasokan dan persoalan penistribusian.

“Untuk menyikapi kondisi demikian, perlu mencermati adanya ketersediaan komoditas utama penyumbang inflasi, agar jumlah tetap cukup serta harga terjangkau, pada fase ramadhan dan lebaran,” ucap Soekowardojo.

Dimana pertumbuhan perekonomian Sumut tahun 2020 tercatat -1,07% (yoy). Dari sisi suplai, penurunan terjadi hampir di seluruh lapangan usaha utama.

Untuk sektor-sektor terkait pariwisata seperti transportasi, penyediaan akomodasi dan makan minum maupun perdagangan mengalami dampak terbesar seiring terbatasnya mobilitas masyarakat.

“Selain itu lemahnya permintaan yang dapat menahan kinerja sektor industri pengolahan secara umum,” ucapnya.

Akan tetapi memasuki kuarter pertama 2021, sambungnya, ada sebagian indikator bahwa perekonomian telah menunjukkan adanya perbaikan dengan indikasi pemulihan mulai terlihat.

“Pada triwulan I tahun 2021 diprediksi pertumbuhan ekonomi semakin naik dari triwulan sebelumnya,“ imbuhnya.

Menurut penilaiannya, penanganan pandemi yang semakin baik, serta keberhasilan ujicoba vaksin menjadi titik terang pemulihan ekonomi. Yang kemudian permintaan atas perbaikan ekonomi bersumber dari kinerja ekspor, konsumsi rumahtangga dan konsumsi pemerintah.
Disamping itu, adanya penawaran, kinerja Lapangan Usaha (LU) pertanian diprakirakan semakin baik seiring dengan curah hujan yang berangsur normal dan berlangsungnya periode panen tanaman pangan (padi).

KPw BI memperkirakan Lapangan Usaha Industri juga membaik sejalan akan pemulihan ekonomi mitra dagang utama yakni Amerika Serikat.

Adanya Lapangan Usaha Perdagangan Besar dan Eceran juga diprakirakan tumbuh meningkat sebagai dampak optimisme masyarakat akan implementasi program vaksin.

Sementara itu, Gubsu Edy Rahmaydi menyampaikan bahwa pandemi Covid -19 yang dapat menekan pertumbuhan ekonomi dunia termasuk Indonesia berdampak negatif.

“Akibat Covid 19, kita prihatin pertumbuhan ekonomi Sumut pada 2020 berkisar 1,21 persen,” ucap Gubsu.

Menurut Gubsu, akibatnya perekonomi melemah yang menyebabkan ekonomi Sumut mengalami kontraksi. (MR/156).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.