oleh

Antropolog : Horas, Mejuahjuah,Yahowu dan Njuahjuah Salam Masyarakat Sumut

SHARE
69 views

METRORAKYAT.COM, JAKARTA – Salam ‘Horas” sering diucapkan oleh masyarakat Sumatera Utara (Sumut) saat memulai dan mengakhiri pembicaraan. Apa sih makna dari salam tersebut?

Antropolog Universitas Negeri Medan, Erond L Damanik, mengatakan Horas merupakan salam khas dari etnik yang ada di Sumut. Salam itu biasanya digunakan oleh masyarakat dari suku Batak Toba, Batak Simalungun dan Mandailing.

“Iya itu kan sebenarnya greetings, ataupun salam khas dari etnik yang ada di Sumatera Utara. Di Mandailing, di Toba dan Simalungun itu sama, Horas,” kata, Erond, kepada wartawan, Minggu (14/3/2021) sebagaimana disiarkan detikNews.

Erond menyebut ada salam lain yang bisa digunakan di Sumut selain Horas. Di antaranya Mejuah-juah, Yahowu dan Njuah-njuah. Salam jenis ini biasanya disampaikan oleh masyarakat Karo, Pakpak dan Nias.

“Di Karo Mejuah-juah, di Pakpak Njuah-njuah, di Nias Yahowu. Itu hanya lafalisasi, artinya sama. Diucapkan sesuai dengan daerahnya,” ucapnya.

Erond menjelaskan kata-kata tersebut bukan hanya sekadar salam saja. Dia mengatakan ada makna lain.

“Dia bisa multi makna, bisa dibilang semoga sukses, baik-baik ataupun selamat-selamat,” tutur Erond.

Namun tidak diketahui sejak kapan salam itu mulai diungkapkan. Erond menyebut salam-salam itu sudah diwariskan secara turun temurun oleh masyarakat.

“Kita tidak bisa memprediksi kapan itu mulai, yang jelas itu sudah turun temurun. Biasanya salam itu dilakukan saat membuka dan menutup pembicaraan. Itu sama seperti di Islam mengucapkan assalamualaikum, ataupun di Kristen yang mengucapkan shalom,” jelasnya.(mr/dn)

Breaking News