Karam Dilaut 9 Nelayan Bedagai Terombang Ambing, 2 Belum Ditemukan

SHARE
221 views

METRORAKYAT.COM, SERGAI – Kencangnya angin yang disertai hujan deras di laut sehingga menenggelamkan sampan jenis Pukat Lingkung KM Dedy, Senin (23/11/2020) sekitar pukul 03:00 WIB dini hari.

KM Dedy yang di Tekongi oleh Dedy (34) membawa sebanyak 9 orang nelayan yang melaut bersama dirinya. Sekitar pukul 19:00 WIB, sampan KM Dedy yang awalnya hendak menuju pulang sempat berlindung di Pulau Berhala Sergai karena kencangnya angin.

Selanjutnya sampan KM Dedy kembali melanjutkan perjalanan, namun tepat pukul 21:00 WIB kembali datang angin kencang, sehingga sampan KM Dedy terpaksa membuang jaring (pukat) mereka dengan maksud ingin bertambat.

Dalam suasana sedikit aman, sebagian ABK (anak pukat) KM Dedy tertidur. Namun naas, sekitar pukul 01:00 WIB, salah seorang ABK bernama Rahim tersentak dan melihat sampan KM Dedy sudah karam diduga buritan sampan KM Dedy pecah terhempas batu karang.

Rahim menuturkan, melihat karamnya sampan yang mereka tumpangi, ia langsung berteriak “bangun, bangun” kepada rekan-rekannya yang sedang tidur, ungkap Rahim.

Dengan rasa kalang kabut, Rahim menggapai tutup fiber dan berenang sambil mengayuh tutup fiber dengan tangan selama 2 jam sambil terminum air laut untuk menghampiri Kapal Pukat Ancau (pukat cumi-cumi) asal Belawan yang sedang berlabuh.

“Alhamdulillah, beberapa ABK Kapal Pukat Ancau melihat dirinya yang sedang terombang-ambing diselamatkan, sambil mengatakan 8 rekannya masih berada di tengah laut,” bilang Rahim kepada ABK Pukat Ancau tersebut.

Kemudian Kapal Pukat Ancau asal Belawan menitipkan Rahim kepada salah satu sampan tradisional asal Tanjung Beringin yakni sampan Cekman sekitar pukul 06:15 WIB.

“Karamnya sampan KM Dedy jenis Pukat Lingkung kami di Tuasan Mindang 1 min 700 sekitar 6 mil dari bibir pantai,” ujar Rahim.

Rahim yang pertama kali selamat itu berharap kepada seluruh petugas yang terkait agar dapat mencari dan menemukan rekan-rekannya yang karam yang masih belum ditemukan.

Berikut nama-nama ABK sampan KM Dedy yang karam tersebut adalah Dedy (35) sebagai Tekong, dan anggotanya Rahim (32) Incek (60) Yudi (23) Aboy (16) Arif (18) Habib (22) Ipan (25) dan Fitra (16).

Adapun ABK KM Dedy yang sempat terselamatkan yaitu Dedy, Incek, Rahim, Aboy, Arif dan Habib. Sementara setelah berita ini diturunkan, 2 ABK KM Dedy yang bernama Fitra (16) dan Ipan (25) masih dalam pencarian oleh beberapa sampan nelayan milik warga asal Kecamatan Tanjung Beringin.

Selintas terlihat kedua orang tua ABK KM Dedy yang saat ini belum ditemukan sangat histeris sambil menangis mendengar anak-anaknya yang masih belum ditemukan, dan berharap kepada petugas agar dapat menemukan anak-anak mereka.(MR/AZMI)

METRORAKYAT.COM, SERGAI – Kencangnya angin yang disertai hujan deras di laut sehingga menenggelamkan sampan jenis Pukat Lingkung KM Dedy, Senin (23/11/2020) sekitar pukul 03:00 WIB dini hari.

KM Dedy yang di Tekongi oleh Dedy (34) membawa sebanyak 9 orang nelayan yang melaut bersama dirinya. Sekitar pukul 19:00 WIB, sampan KM Dedy yang awalnya hendak menuju pulang sempat berlindung di Pulau Berhala Sergai karena kencangnya angin.

Selanjutnya sampan KM Dedy kembali melanjutkan perjalanan, namun tepat pukul 21:00 WIB kembali datang angin kencang, sehingga sampan KM Dedy terpaksa membuang jaring (pukat) mereka dengan maksud ingin bertambat.

Dalam suasana sedikit aman, sebagian ABK (anak pukat) KM Dedy tertidur. Namun naas, sekitar pukul 01:00 WIB, salah seorang ABK bernama Rahim tersentak dan melihat sampan KM Dedy sudah karam diduga buritan sampan KM Dedy pecah terhempas batu karang.

Rahim menuturkan, melihat karamnya sampan yang mereka tumpangi, ia langsung berteriak “bangun, bangun” kepada rekan-rekannya yang sedang tidur, ungkap Rahim.

Dengan rasa kalang kabut, Rahim menggapai tutup fiber dan berenang sambil mengayuh tutup fiber dengan tangan selama 2 jam sambil terminum air laut untuk menghampiri Kapal Pukat Ancau (pukat cumi-cumi) asal Belawan yang sedang berlabuh.

“Alhamdulillah, beberapa ABK Kapal Pukat Ancau melihat dirinya yang sedang terombang-ambing diselamatkan, sambil mengatakan 8 rekannya masih berada di tengah laut,” bilang Rahim kepada ABK Pukat Ancau tersebut.

Kemudian Kapal Pukat Ancau asal Belawan menitipkan Rahim kepada salah satu sampan tradisional asal Tanjung Beringin yakni sampan Cekman sekitar pukul 06:15 WIB.

“Karamnya sampan KM Dedy jenis Pukat Lingkung kami di Tuasan Mindang 1 min 700 sekitar 6 mil dari bibir pantai,” ujar Rahim.

Rahim yang pertama kali selamat itu berharap kepada seluruh petugas yang terkait agar dapat mencari dan menemukan rekan-rekannya yang karam yang masih belum ditemukan.

Berikut nama-nama ABK sampan KM Dedy yang karam tersebut adalah Dedy (35) sebagai Tekong, dan anggotanya Rahim (32) Incek (60) Yudi (23) Aboy (16) Arif (18) Habib (22) Ipan (25) dan Fitra (16).

Adapun ABK KM Dedy yang sempat terselamatkan yaitu Dedy, Incek, Rahim, Aboy, Arif dan Habib. Sementara setelah berita ini diturunkan, 2 ABK KM Dedy yang bernama Fitra (16) dan Ipan (25) masih dalam pencarian oleh beberapa sampan nelayan milik warga asal Kecamatan Tanjung Beringin.

Selintas terlihat kedua orang tua ABK KM Dedy yang saat ini belum ditemukan sangat histeris sambil menangis mendengar anak-anaknya yang masih belum ditemukan, dan berharap kepada petugas agar dapat menemukan anak-anak mereka.(MR/AZMI)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif