BEI Gelar CEO Networking untuk Persiapan Resesi Perekonomian

SHARE
81 views

METRORAKYAT.COM, MEDAN – BEI menggelar CEO Networking untuk persiapan resesi perekonomian Indonesia, termasuk stakeholders di Pasar Modal Indonesia dan pelaku bisnis, maka Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyelenggarakan acara CEO Networking 2020 dengan tema “Building Resilience to Economic Recovery” yang merupakan rangkaian kegiatan Peringatan 43 tahun diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor BEI Wilayah Sumut, Pintor Nasution ketika menghadiri kegiatan tersebut dengan peserta 1.043 orang yang merupakan pejabat OJK, Direksi dan BEI, KSEI, KPEI, CEO dari stakeholders di Pasar Modal Indonesia.

Yakni merupakan Perusahaan tercatat, anggota Bursa, Perusahaan Binaan IDX Incubator, Bank Kustodian, Manajer Investasi, Selling Agent serta perwakilan Asosiasi, Investor Institusi, dan stakeholders Pasar Modal Indonesia lainnya.
CEO Networking 2020 diselenggarakan, Selasa (24/11/2020) secara virtual lewat aplikasi Zoom yang menghadirkan narasumber serta pembicara dari Pemerintah pusat, Pemerintah daerah dan Profesional.

“CEO Networking 2020 dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kompetensi, wawasan, dan memberikan optimisme para peserta untuk bersinergi dalam mengantisipasi perlambatan ekonomi yang berdampak pada iklim bisnis di Indonesia,” pungkasnya, Senin (30/11/2020).

Di acara akhir, berharap dapat membantu peserta mengatur strategi ke depan, serta memanfaatkan peluang di tengah tantangan ekonomi, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk dapat mendukung kegiatan usaha perusahaan dan secara berkesinambungan juga kemajuan Pasar Modal Indonesia.

Kegiatan dibuka dengan laporan kegiatan dari Direktur Utama BEI Inarno Djajadi, yang dilanjutkan sambutan dari Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso.

Kemudian dilanjutkan rangkaian Talk Show yang menghadirkan Ketua Tim Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional dan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Budi Gunadi Sadikin dengan thema “Peran dan Strategi Pemerintah Pusat dalam Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional” dan Ketua Himpunan Bank Negara dan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Sunarso yang membawakan tema “Penerapan dan Implementasi Program dari PEN”.

“Talk Show terakhir bertemakan “Strategi Penguatan dan Ketahanan Ekonomi Daerah dalam Mengantisipasi Dampak Pandemi” menghadirkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai narasumber. Seluruh Talk Show CEO Networking 2020 dipandu Ade Mulya,” terangnya.

CEO Networking 2020 ditutup dengan Closing Remarks disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan dengan thema “Perkembangan Perekonomian Indonesia dan Penanganan Usaha dan Investasi dalam Pandemi COVID-19”.

CEO Networking 2020 telah memberikan informasi terkini dari Pemerintah pusat dan daerah agar para CEO dari stakeholders Pasar Modal Indonesia dapat tetap optimis, siap untuk menghadapi tantangan perlambatan perekonomian Indonesia dan mendukung akselerasi pertumbuhan Pasar Modal Indonesia.

Berharap dapat meningkatkan kompetensi dan wawasan para CEO dari stakeholders Pasar Modal Indonesia untuk bersinergi dalam mengantisipasi kondisi pandemi serta perlambatan ekonomi yang berdampak pada iklim bisnis di Indonesia.

Dengan demikian, Pasar Modal Indonesia dapat semakin menjadi cerminan maupun tolak ukur bagi kemajuan perekonomian Indonesia.

Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi dalam sambutannya saat membuka CEO Networking 2020 menyampaikan, “Pandemi COVID-19 telah memaksa kita untuk mengambil langkah extraordinary dan menuntut kita semua untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan baru.

“Perubahan serta penyesuaian proses bisnis, tentunya tidak mengubah upaya semua terus berkontribusi membangun pasar modal Indonesia ke depan”, ucap Inarno.

Ucapan terima kasih disampaikan oleh Direktur Utama BEI kepada OJK dan seluruh pelaku pasar, yang telah membantu Bursa dalam memfasilitasi 46 perusahaan baru saham untuk Go Public sampai tanggal 24 November 2020 dan masih terdapat 20 calon perusahaan tercatat saham di pipeline yang siap tercatat di akhir tahun 2020 ini atau di quarter 1 2021.

Aktivitas Go Public di tahun ini juga merupakan yang terbanyak jika dibandingkan dengan bursa saham di kawasan ASEAN. Inarno juga menyebutkan Pertumbuhan aktivitas Go Public juga turut diikuti tren pertumbuhan jumlah investor pasar modal. Meski dalam situasi Pandemi, jumlah investor terus bertumbuh hingga mencapai 3,39 juta investor atau meningkat 37% sepanjang tahun 2020 ini.

Peningkatan transaksi investor mencapai 78 ribu perhari atau naik 42% dibandingkan tahun lalu. Bahkan, terdapat pula peningkatan aktivitas transaksi investor ritel sejak awal tahun 2020 yang mengalami kenaikan mencapai 126%.

BEI bersama OJK juga telah menyelesaikan Road Map Pasar Modal Syariah untuk lima tahun depan, sebagai upaya penguatan dan pendalaman produk dan layanan pasar modal berbasis syariah di Indonesia.

Upaya pengembangan pasar modal syariah di Indonesia turut di apresiasi oleh pasar global, ditandai dengan pengukuhan BEI sebagai The Best Islamic Capital Market 2020 dari Global Islamic Finance Awards (GIFA).

Pada sambutan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan segera mendarat lagi di level 6.000. Hal ini karena indeks sudah mulai merangkak dalam beberapa waktu terakhir.

“Pada perdagangan 23 November 2020 IHSG sudah 5.600 dan kami harapkan bisa 6.000 lagi karena sebelum turun kemarin-kemarin, IHSG itu di level 6.000,” ucap Wimboh Santoso.

Pasar saham, sambung Wimboh, sempat berada di titik terendah pada Maret 2020, yaitu di bawah 4.000. Pada Closing Remarks yang disampaikan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi forum CEO Networking 2020 yang diadakan untuk terus menjaga optimisme pemulihan ekonomi pasca resesi ekonomi karena pandemi Covid-19.

“Harapan saya, kepada seluruh pihak di industri pasar modal Indonesia, untuk selalu dapat terus berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya secara virtual. (MR/JB Rumapea)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif