PT. Putra Nanggroe Aceh Diduga Kerjakan Proyek Penahan Dinding Jembatan Diluar Bestek

SHARE
176 views

METRORAKYAT.COM, MEULABOH – Pekerjaan proyek Penahan dinding Jembatan jalan lintas Negara terdapat di Gampong Peuribu Meulaboh Aceh. Diduga di kerjakan PT. Putra Nanggroe Aceh diluar Gambar ( Bestek ). Sabtu ( 17/10/2020 ).

Kabarnya proyek tersebut bersumber anggaran dari APBN dengan menelan anggaran milyaran Rupiah, untuk pastinya awak media belum bisa memperoleh keterangan yang pasti terkait pelaksanaan pekerjaan penahan dinding jembatan lintas Negara. Disebabkan papan plang proyek tidak terpasang oleh oleh PT. Putra Nanggroe Aceh selaku pelaksana.

Dari pantauan, awak media di lapangan dalam pekerjaan pemasangan besi penahan dinding jembatan jalan negara tersebut. Diduga di kerjakan PT. Putra Nanggroe Aceh tidak sesuai gambar (bestek).

Hal tersebut nampak jelas dalam menggunakan material besi berukuran panjang 12 meter, kedalam air sungai delapan ( 8 ) meter. Pemancangan dilakukan dengan menggunakan alat berat seperti Beko ( Excavator ) dengan menggunakan alat yang bukan kapasitasnya, di kwartirkan kedalam tidak sesuai dengan yang diharapkan, sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama jembatan tersebut akan secepatnya mengalami longsor.

” Yang seharusnya rekanan PT. Putra Nanggroe Aceh dalam Pemancangan Harus dilakukan dengan menggunakan alat berat seperti diesel pile hammer atau hydraulic hammer. Tiang pancang dipukul dengan hammer sampai masuk pada kedalaman tertentu, mirip seperti kita memukul martil pada sebuah paku sehingga metode ini dikenal oleh masyarakat awam dengan istilah paku bumi,”ujarnya.

Sementara salah seorang warga setempat inisial LT membenarkan, pemanjangan di lakukan menggunakan Beko Excavator penahan dinding jembatan tidak akan bertahan lama. “Karena besi yang masuk kedalam tanah tidak sesuai kedalam nya,” ujarnya.

Perlu diketahui, PT. Putra Nanggroe Aceh selain diduga dalam pekerjaan tidak sesuai dengan bestek. Juga tidak memasang papan plang proyek setiap proyek Pemerintah wajib memasang papan plang proyek sesuai dengan peraturan Undang – Undang No. 14 tahun 2008 tantang keterbukaan Informasi Publik. Dan Kepres Nomor. 80 Tahun 2003 pelaksanaan Kegiatan wajib menginformasikan kepada Publik seperti nama perusahaan pelaksanaan dan pengawasan.

” Oleh sebab itu sudah sewajarnya kepada penegak hukum untuk memeriksa PT. Putra Nanggroe Aceh yang diduga telah menyalahi aturan dan Udang – Undang. Dalam pekerjaan proyek pemanjangan dinding jembatan jalan lintas negara itu,”ungkapnya. ( MR/DANTON )

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif