Pelaku Pelecehan Seksual Terhadap Anak di Vonis 9 Tahun, Berencana Lakukan Banding

SHARE
117 views

METRORAKYAT.COM, TOBA – Tuntutan jaksa penuntut umum kepada Dongan Torang Pangaribuan umur 41, selama duabelas tahun akhirnya divonis selama sembilan tahun penjara dan denda 1 miliar rupiah oleh majelis hakim.

Pengadilan Negeri Toba memutuskan karena terbukti secara sah dan meyakinkan, telah melakukan persetubuhan paksa terhadap anak dibawah umur, dimana sidang putusan dilakukan secara dalam jaringan pada jumat 23 oktober 2020, di Pengadilan Negeri Kabupaaten Toba.

Menurut Wisjnu Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Toba, Rabu (28/10/2020) atas putusan yang dijatuhkan kepada terdakwa, Dongan melalui kuasa hukumnya berencana melakukan banding, untuk itu pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) siap dan akan melakukan banding kembali terhadap tuntutan yang diberikan selama duabelas tahun. “kita akan siapkan memori banding,” kata Wisjnu.

Sidang putusan yang dilakukan majelis hakim, yang dipimpin oleh Arief Widodo dengan sistem dalam jaringan, yang memberatkan terdakwa adalah sifat dan perbuatannya yang tidak mengakui perbuatannya, juga berakibat trauma kepada anak tersebut sebab terdakwa telah merusak kehormatannya, selain rasa malu yang dialami keluarga korban.

Seperti diketahui terdakwa merupakan kepala desa terpilih dan dilantik pada Desember 2019, telah mencederai citra kepala desa, yang tidak mendukung program pemerintah dalam mengentaskan perlakuan pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur, dimana peran terdakwa bisa dibilang sangat potensial dalam melakukan perlindungan terhadap masyarakat khususnya anak dibawah umur, yang merupakan generasi bangsa dalam melanjutkan pembangunan yang maksimal di Indonesia.

Menurut Wisjnu atas putusan sembilan tahun penjara dan denda 1 miliar, Jaksa Penuntut Umum mendapat kabar terdakwa akan melakukan banding atas putusan kepada dirinya, dan pihak jaksa siap juga akan melakukan banding. “Kita juga akan siapkan kontra memori banding,” ujar wisjnu.

Sesuai undang-undang setiap orang berhak melakukan banding dan hal itu akan kita tunggu kabar dari siterdakwa atau kuasa hukumnya.

“Kita juga sebagai jaksa akan melakukan banding juga terhadap tuntutan yang kita berikan selama duabelas tahun, memori banding akan kita siapkan dengan alasan-alasan mengapa kita menuntut si terdakwa selama duabelas tahun,”terang Wisjnu. (MR/LM)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif