Mediasi Pertama Pemecatan Kariawan PT. CPA Sepihak Tidak Temui Kesepakatan

Mediasi Pertama Pemecatan Kariawan PT. CPA Sepihak Tidak Temui Kesepakatan
Bagikan

METRORAKYAT.COM, TAPTENG – Mediasi Pertama terkait pemecatan kariawan PT. CPA (Cahaya Pelita Andika) dengan kariawan Yaadil Fao Zebua (31)tidak mendapatkan Titik kesepakatan.

Mediasi pertama antara kedua belah pihak di pasilitasi Dinas Ketenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tapanuli Tengah yang terletak di Kelurahan Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik Kamis (02/20/20).

Menurut penjelasan Kepala Bidang (Kabid) Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kabupaten Tapanuli Tengah, Nasaruddin Pulungan mengatakan akan melakukan Langkah-langkah untuk kebaikan kedua belah pihak.

“Untuk mediasi pertama ini pihak perusahaan PT CPA sudah beniat memberikan konpensasi berupa uang, tetapi kariawan merasa haknya tidak terpenuhi atas pemecatan yang dilakukan sepihak oleh perusahaan Tersebut,”ujar Nasaruddin Pulungan menjelaskan kepada media.

Lanjut Kabit Disnaker, mediasi pertama ini tidak nenemukan titik temu, atara kedua belah pihak, rencananya kita akan menyusun pertemuan kedua, kita atur dulu jadual untuk melakukan mediasi untuk tahap selanjutnya.

Pihak kariawan yang di pecat sepihak merasa hal itu tidak adil. Atas pemecatan sepihak, perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit tersebut cuma sanggup memberikan sekedar uang penghargaan yang menurut kariawan haknya tidak terpenuhi.

“Saya cuma minta hak saya sabagai kariawan di perusahaan tersebut, sebab saya merasa pemecatan bagi saya itu bagaikan di rekayasa,” ujar Yaadil kepada awak media.

Lajut kariawan Yaadil Fao Zebua, sebelum penerimaan surat SP dari perusahaan dan penerimaan surat pemberhentiaan sepihak, sebelumnya saya sudah mengeluhkan fasilitas perkebunan yang sangat memprihatinkan, tetapi tidak di respon oleh perusahaan. Seperti pasilitas rumah yang bocor, pasilitas air bersih yang harus menjemput sejauh ratusan meter, kenapa saya keluhkan itu, sebab pekerjaan saya menjadi tergaggu.

seperti di ketahui, Karyawan PT. CPA (Cahaya Pelita Andika) berlokasi di Desa Sijagojago Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) itu mengatakan, dirinya telah mengabdikan diri selama 6 tahun sebelum di pindahkan (mutasi) dari PT. BPJ (Bina Pitri Jaya). Kedua perusahaan yang bergerak pada bidang perkebunan kelapa sawit ini, merupakan anak perusahaan PT. AEP (Anglo Eastern Plantations) grup.

Yaadil yang memiliki dua anak masih balita ini menyebutkan awal dirinya diberhentikan secara sepihak oleh PT. CPA, lantaran keluhan yang dia sampaikan mengenai sistem kerja yang dinilainya tidak efisien, kemudian tempat bermukim yang tidak layak huni kemudian minus sarana air bersih.

“Kerja saya memanen pak, jadi lokasi bekerja itu penuh lumpur dan semak tidak bersih, harus mengeluarkan tenaga ekstra setiap hari, jadi bagaimana bisa dapat banyak hasil panen. Ini juga mempengaruhi upah saya yang semakin berkurang,” ujar Yaadil.

Berikan pemaparan yang lebih terperinci,
Tidak hanya mengeluhkan kedua hal itu, Yaadil mengatakan selama dua bulan terakhir, dirinya sedang dalam tahap pemulihan namun terpaksa bekerja meski dengan sistem harian.

“Saya dalam kontrol kesehatan, seharusnya saya kan istirahat tapi saya memilih tetap bekerja juga atas perintah asisten bernama Herman,” sebutnya.

Yaadil tidak menyangka, atas sejumlah keluhan tersebut, dia akhirnya diganjar dengan surat pengunduran diri secara sepihak yang dibuat oleh perusahaan. Itupun tanpa surat teguran sebelumnya.

“Tepat pada 24 Agustus 2020 itu jam sembilan malam, saya diberikan enam surat, isinya surat pengunduran diri secara sepihak, padahal saya tidak pernah mengajukan pengunduran diri, kemudian surat panggilan kerja sampai yang ke tiga, tidak ada juga teguran sebelumnya. Aku duga pihak perusahaan sengaja ingin memecat tanpa alasan jelas agar tidak dapat pesangon itulah buktinya,” katanya sembari berharap persoalan yang menimpanya dapat diselesaikan usai dirinya mengadukan hal itu kepada Dinas Tenaga Kerja Tapteng.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kabupaten Tapanuli Tengah, Nasaruddin Pulungan membenarkan pihaknya telah menerima laporan Yaadil Fao Zebua.

“Laporannya sudah kita terima yang isinya pemecatan sepihak, jadi itu nanti proses nya akan kita panggil kedua belah pihak. Gimana nanti jalan terbaiknya harus diselesaikan secara kekeluargaan,” timpal Nasaruddin (MR/RM).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.