Dua “Sitorus” satu Menang DALAM SEJARAH PILKADA TOBA 2005 – 2015

Foto: Lambaik Manalu, S.Pd
Mantan Ketua Panwalu Kabupaten Toba Samosir tahun 2005. Pemerhati Pilkada Toba. (Metrorakyat.com/LM)
METRORAKYAT.COM, TOBA – Pada perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ada sosok marga yang menjadi fenomenal di Toba. Sejak Pilkada langsung di Kabupaten Toba dimulai tahun 2005, sosok marga ini selalu mengisi daftar hadir di KPU Toba hingga pilkada tahun 2020.
Suasana Pesta Demokrasi pada Pilkada kali ini, mengingatkan kita kembali. Pada Tahun 2005, Monang Sitorus berpasangan dengan Mindotua Siagian sukses menduduki kursi nomor 1 dan 2 di Pemerintah Kabupaten Toba (Toba Samosir). Saat itu tokoh Sitorus Dr Sutan Raja DL Sitorus merupakan sosok penting dalam pertarungan itu.
Menjalani masa jabatannya selama lima Tahun, Monang Sitorus dikenal sebagai Bupati dengan terobosan program jagungnisasi di Toba. Program pertanian jagung ini juga dikenal dengan visi misi Tobamas.
Namun ketika ingin melanjutkan program Tobamas nya, Monang Sitorus kembali bertarung di pilkada 2010. Monang yang berpasangan dengan Mangatas Silaen (Monas) harus mengakui keunggulan Kaliber (pasangan Kasmin Simanjuntak – Liberty Pasaribu).
Monang Sitorus harus menelan pil pahit ketika saat itu harus gigih menghimpun konstituennya dari komunitas marga. Sebab dalam pertarungannya di Pilkada 2010 sebagai petahana harus berhadapan dengan FLP Sitorus (ompu Birong) yang berpasangan dengan Asmadi Lubis. Pasangan ini dikenal dengan julukan “obama”.
Perolehan suara pasangan Calon Bupati / Wakil Bupati Tobasa periode 2010 – 2015. Pasangan nomor urut 1 Dr FL. Parluhutan Sitorus, M.Kes – Asmadi Lubis SH M.Kn = 12.604 suara. Nomor urut 2 Ir. Mindo Tua Siagian Msc – Drs. Ervan Gani Parlindungan Siahaan = 2.646 suara, nomor urut 3 Drs. Monang Sitorus, SH MBA – Mangatas Silaen = 28.880 suara. Pasangan nomor urut 4 Drs. Tonggo Maruhum Napitupulu, Msi – Ir. Reinward Simanjuntak MM = 3.483 suara, nomor urut 5 Pandapotan Kasmin Simanjuntak – Liberty Pasaribu, SH Msi = 36.239 suara.
Dengan adanya dua marga Sitorus, membuat Monang Sitorus tidak mampu bertahan, harus berhadapan dengan “ompu Birong” Sitorus. Kaliber pada Pilkada 2010 mampu mengalahkan empat pesaingnya bahkan menumbangkan petahana. Dua pasangan Sitorus pun harus menerima kenyataan hasil Pilkada Toba tahun 2010 lalu.
Sebuah pertarungan menarik kembali terjadi di Pilkada Toba tahun 2015. Saat itu semua kontestan adalah sang “penantang” tanpa diikuti oleh petahana. Kembali dua pasangan calon dari marga Sitorus maju untuk meraih kesuksesannya pada pilkada 2005 lalu. Namun sayangnya, suara terbagi dan kembali harus bersabar dengan kekalahan.
Pilkada 2015 sebagai kontestan saat itu adalah pasangan nomor urut 1 Darwin Siagian – Hulman Sitorus (Winman). Nomor urut 2 Poltak Sitorus – Robinson Tampubolon (Poltakro), nomor urut 3 Monang Sitorus – Chrissie Sagita Hutahaean (MonangTa). Setelah masing-masing Paslon melakukan upaya maksimal, akhirnya Darwin Siagian – Hulman Sitorus (Winman) mampu mengungguli kedua kompetitornya yang sama-sama Sitorus yaitu Monang Sitorus dan Poltak Sitorus.
Perolehan Pilkada 2015, nomor urut 1 Darwin Siagian – Hulman Sitorus (Winman) 39990 suara (42.81 %). Nomor urut 2 Poltak Sitorus – Robinson Tampubolon (Poltakro) 31581 suara (33.81 %) nomor urut 3 Monang Sitorus – Chrissie Sagita Hutahaean (MonangTa) 21835 suara (23.38 %). Saat itu Winman unggul sekitar 9000 suara dari Poltakro. Dari 16 Kecamatan di Kabupaten Toba, Winman memperoleh suara terbanyak di 13 Kecamatan. Sementara Poltakro menang suara di Kecamatan Lumban Julu, Borbor dan Tampahan.
Pilkada 2020 Kabupaten Toba kali ini, dua pesaing lama kembali bertanding antara Darwin Siagian dengan Poltak Sitorus. Kali ini head to head dimana dua kompetitor bertemu kembali dan hanya dua pasangan calon saja. Apakah Poltak Sitorus mampu mengungguli Darwin Siagian kali ini, dengan peluang tanpa ada teman semarganya Sitorus yang maju.
Dalam catatan sejarah pilkada di Kabupaten Toba tahun 2010 dan tahun 2015 dua pasangan marga Sitorus kalah. Pada tahun 2005 lalu satu pasangan marga Sitorus menang. Apakah pilkada 2020 kali ini, akan terulang kembali sejarah Pilkada Toba tahun 2005? Jawabannya ada ditangan rakyat Tobasa. Siapapun pemenangnya adalah pilihan rakyat Kabupaten Toba.
Oleh : Lambaik Manalu, SPd.
Mantan Ketua Panwalu Kabupaten Toba Samosir tahun 2005. Pemerhati Pilkada Toba yang juga seorang jurnalis. (MR/LM)



