Beredar di Group WA Medan Utara, KNTI Minta Dirpolairud Polda Sumut Segera Dicopot

SHARE
269 views

METRORAKYAT.COM, BELAWAN – Belawan terus memanas. Salah satu lembaga yang peduli dengan nasib kaum nelayan yaitu KNTI (Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia) meminta Dirpolairud (Direktorat Polisi Air dan Udara) Polda Sumut agar dicopot, Rabu (21/10/2020).

“Nasib nelayan tradisional di Belawan terus terpuruk. Jadi saya selaku ketua KNTI Kota Medan meminta agar Dirpolairud Polda Sumut Kombes Pol Roy HM Sihombing dan Kasubdit Gakkum segera dicopot,” kata Ketua KNTI Kota Medan Basyir dipostingan aplikasi group WhatsApp Ruang Publik Medan Utara.

Persoalan pencopotan Dirpolairud Polda Sumut tersebut berkaitan erat dengan gencarnya pemberitaan terkait mengganasnya aktivitas kapal pukat trawl di perairan Belawan. Sehingga kegiatan pukat traw sangat mengganggu mata pencaharian para nelayan tradisional.

“Ini permasalahan hidup orang banyak, terkhusus buat nelayan tradisional, dan seharusnya menjadi prioritas bagi pihak keamanan di laut untuk dapat mengatasi dan menindak pengusaha pukat trawl di laut,” tambah Basyir.

Dalam beberapa isi postingan di group WA Medan Utara terbaca kalau Ketua KNTI Kota Medan meminta agar Dirpolairud Polda Sumut dan Kasubdit Gakkum Dirpolairud Polda Sumut segera dicopot. Karena dianggap tak mampu membeslah kapal pukat trawl yang berada di perairan Belawan.

Postingan yang beredar adalah:
‘Naikan berita copot Pol Air Sumut beserta jajarannya. Buat dari kita KNTI Kota Medan Plt Sumut’

Salah satunya lagi: ‘
‘Ahh kelen cakap cakap aja baculnya. Naikanlah beritanya copot Dirpol Air Polda Sumut beserta Kasubdit Gakkumnya. Jangan pikir kita nggak membela nasib nelayan. Berani nggak?. Saya rasa sedari dulu kita teriak tapi kelen diam aja”

Bukan itu saja, postingan di WA, warga Kota Medan menyindir dan membully kalau para pembela kaum nelayan hanya mengurus kepentingan pribadi dan telah menerima cipratan upeti dari para paslon walkot.

Dalam perbincangan langsung selama 30 menit itu, Ketua KNTI Kota Medan Basyir sempat mengatakan kepada awak media bahwa zona 12 mil ke atas adalah untuk pukat yang lebih besar alat tangkapnya selain kapal nelayan tradisional.

Pernyataan Zona 12 mil keatas untuk aktivitas penangkapan bagi kapal besar selain nelayan tradisional itu, diungkapkan saat Kadistanla Sumut dipimpin Jonny Waldi.(mr/aril)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif