Tahanan Polres Sergai Meninggal, Ini Penjelasan Kapolres

SHARE
97 views

METRORAKYAT,COM, SERGAI – Tupak Simanjuntak (43) warga Dusun V, Desa Gempolan, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) merupakan tersangka pemerkosa anak kandungnya sendiri, tewas karena dikeroyok puluhan tahanan Polres Sergai.

Tersangka Tupak diketahui baru hitungan 10 jam masuk sel dan sebelum berada didalam kurungan besi polisi, Tupak sudah dihajar oleh masyarakat sekitar rumahnya karena emosi saat mengetahui perbuatan bejatnya tersebut. Peristiwa dihakimi masyarakat tersebut terjadi pada hari Jum’at (25/9/2020) sekira pukul 13.30 Wib, dan selanjutnya tersangka diamankan oleh Kepala Desa Gempolan dan menyerahkannya ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Sergai.

Kapolres Sergai AKBP. Robinson Simatupang SH,M.Hum, Sabtu (26/9/2020) sekira pukul 20:00 Wib dalam jumpa pers menjelaskan, saat berada di dalam sel tahanan, tersangka berperilaku tidak menyenangkan sehingga pelaku kejahatan yang berada satu sel dengan tersangka melakukan pengeroyokan.

“Sehingga kondisinya lemas dan tak berdaya dan akhirnya meninggal di RSUD Sultan Sulaiman pada Sabtu pagi (26/9/2020) sekira pukul 06:10 Wib,” sebut Kapolres.

Nah, sebelum Tupak tewas kata Kapolres, piket jaga tahanan mendengar ada keributan di dalam sel dan dikuatkan lagi dengan laporan dari seorang tahanan pada pukul 00:40 Wib yang menyebutkan tersangka pemerkosaan dalam keadaan lemas dan tergeletak akibat dikeroyok.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas piket langsung membawa tersangka pemerkosa ke RSUD Sultan Sulaiman Desa Firdau untuk mendapatkan perawatan. Namun sekitar pukul 06:10 WIB, nyawa tersangka tidak tertolong lagi hingga menghembuskan nafas terakhir dan selanjutnya dilakukan autopsi di RS Bhayangkara Medan.

Kapolres Sergai yang didampingi Wakapolres Sergai, Kompol Sofiyan, SH, KBO Sat Intelkam, IPTU Tobat Sihombing, Kanit Sat Reskrim, IPDA BD. Sitorus, SH, MH, dan Kasat Tahti Polres Sergai, IPTU T. Hutagalung, menyebutkan akibat kematian tersangka, penyidik melakukan pemeriksaan terhadap seluruh tahanan 1 Blok yang berjumlah 47 tahanan.

Hasil pemeriksaan diketahui 25 tahanan telah mengakui perbuatan pengeroyokan dan sebanyak 17 orang tahanan mengakui tidak suka, benci terhadap tersangka yang bersikap arogan. Sehingga tahanan yang lain emosi secara tiba-tiba saat mengetahui Tupak itu pelaku pemerkosaan terhadap anak kandung, ditambah lagi kondisi ruangan sel tahanan over kapasitas, sempit, padat yang mengakibatkan tahanan kurang istirahat, tidak nyaman serta mudah emosi.

“Sebelumnya, tersangka Tupak yang melakukan pemerkosaan terhadap anak kandungnya telah dijerat dengan pasal 81 ayat (1), (2), (3) Jo pasal 76 D subs pasal 82 ayat (1), (2) Jo pasal 76 E dari UU RI No. 17 tahun 2016 tentang Peraturan Pemerintah pengganti UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak,” terang Kapolres.(MR/AZMI)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif