Saat Covid-19, BI Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi di Sumut

Saat Covid-19, BI Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi di Sumut
SHARE
38 views

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Kantor Perwakilan Bank Indobesia (KPw BI) wilayah Sumut, melakukan kebijakan pemulihan ekonomi tepat sasaran, yang dibarengi penanganan kesehatan secara optimal, walau Covid-19 sekarang.

Dengan harapan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara (Sumut ) semakin tumbuh kuat dari sebelumnya.
Tentu ini disampaikan Kepala KPw BI Provinsi Sumut, Wiwiek Sisto Widayat ketika Bincang Bareng Media (BBM) secara virtual serta tatap muka lewat penerapkan protokol kesehatan (Prokes) di Gedung KPw BI Sumut Jalan Balaikota, Medan kemarin.

Kebijakan pemulihan ekonomi yang dijalankan sebagai meminimalisir pelemahan daya beli masyarakat saat PHK terjadi.

“Dimana kebijakan itu meliputi restrukturisasi kredit UMKM, penyaluran social safety net bagi masyarakat terdampa refocusing APBD. Namun, perkembangan capaian perekonomian di triwulan II, pemerintah perlu upaya mendorong ekonomi terutama di triwulan IV agar keseluruhan tumbuh positif,” tuturnya.

Sedangkan kebijakan penanganan kesehatan menurut Wiwiek, perlu diperkuat untuk mencegah risiko terhambatnya kegiatan ekonomi.

“Pemulihan ekonomi akan optimal apabila dibarengi penerapan prokes dan
meningkatkan kegiatan 3 T (Testing, Tracing dan Treatment),” pintanya.

Acara BBM tersebut, Wiwiek Sisto Widayat menambahkan, mengenai perkembangan inflasi di Sumut, perhiasan emas merupakan salah satu faktor memicu inflasi di Kota Medan, Padang Sidempuan dan Sibolga.

Sedangkan Cabai Merah menjadi penyumbang inflasi utama di Medan, Pematang Siantar dan Gunung Sitoli akibat kendala produksi lokal, saat kenaikan harga, penurunan harga daging ayam ras dan Bawang Merah di seluruh kota IHK menahan laju inflasi lebih tinggi.

Akan tetapi, sambungnya, upaya pengendalian inflasi tetap dijalankan. Dalam rangka menjaga kestabilan harga, TPID telah melakukan koordinasi rutin sebagai langkah pokok sesuai ketersediaan pasokan, kelancaran Distribusi, Keterjangkauan harga, Komunikasi yang Efektif (4K).

Sehingga faktor yang menjadi tantangan dalam Pertumbuhan Ekonomi di Sumut.

“Dalam rangka menjaga stabilitas inflasi tetap rendah di kisaran target nasional, penguatan kelembagaan dan infastruktur salah satu poin penting sebagai upaya pengendalian inflasi. Inisiasi kerjasama antar daerah, pengadaan Controlled Atmosphered Storage (CAS), penguatan kelembagaan BUMD pangan, dan optimalisasi Sistem Resi Gudang (SRG) mengambil peran penting untuk mewujudkan inflasi terjaga serta mendukung kesejahteraan petani,” pungkasnya. (MR/JB Rumapea)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif