Sumut Hadapi New Normal, Butuh Anggaran Rp5 T Topang Pertumbuhan Ekonomi

Sumut Hadapi New Normal, Butuh Anggaran Rp5 T Topang Pertumbuhan Ekonomi
SHARE

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Untuk menghadapi New Normal di periode penyebaran Pandemi Covid-19, perekonomian Sumatera Utara (Sumut) akan diprediksi tertekan hingga di kisaran 1,3 – 1,8 persen (yoy) sehingga untuk menopang pertumbuhan ekonomi di kisaran 3 persen diperkirakan perlu anggaran mencapai Rp5,0 triliun Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB).

Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Wilayah Sumut Wiwiek Sisto Widayat menjelaskan, anggaran sebesar itu dialokasikan sebagai penopang pertumbuhan ekonomi masa new normal triwulan II 2020 sebesar Rp2,1 triliun serta triwulan III sebesar Rp2,9 triliun. Ketersediaan anggaran Pemprov Sumut Rp1,5 – Rp2,7 triliun sehingga butuh Rp2,3 – Rp3,5 triliun lagi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Sumut di atas skenario berat.

Meluasnya Covid-19 berdampak pada melambatnya beberapa sektor/lapangan usaha, terutama penyediaan akomodasi dan mamin, PBE, transportasi dan konstruksi. Dari sisi penggunaan, penurunan dipengaruhi oleh kontraksi dari sisi eksternalserta perlambatan domestic demand. “Refocusing APBD ditujukan untuk mendorong industri padat karya,” terangya.

“Untuk itu, dana yang tersedia tidak terbatas hanya digunakan untuk bansos namun juga dapat digunakan untuk menopang roda perekonomian lewat lini sektor padat karya seperti industri tekstil, industri barang dari kayu, dan penyediaan makan minum. Sejalan dengan hal tersebut, jumlah tenaga kerja yang terdampak sebagian besar berada pada sektor akomodasi makan – minum, perdagangan, jasa, transportasi, dan industri pengolahan yang berprofesi sebagai tenaga administrasi, pekerja harian lepas, dan pramusaji,” sebut nya Rabu (4/6/2020).

Dikatakannya, pada masa dan pasca pandemi berakhir, sejumlah sektor diyakini akan mengalami pertumbuhan yang signifikan, antara lain pariwisata, makan-minum, e-commerce, hiburan dan industri. Momentum tersebut perlu dioptimalkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi.

“Namun demikian, ekonomi juga perlu ditopang pada masa pandemi agar perlambatan yang terjadi tidak terlalu signifikan,” ucap dia. (MR/JB Rumapea)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif