Semua Warga Terdampak Covid, FPAN DPRD Medan Minta Kepling Data yang Belum Terima Bantuan

Semua Warga Terdampak Covid, FPAN DPRD Medan Minta Kepling  Data yang Belum Terima Bantuan
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Pemko Medan sedang menyalurkan bantuan sosial  berupa bahan kebutuhan pangan bagi warga yang terdampak Covid-19 tahap kedua. Baik tahap pertama maupun kedua, ternyata masih banyak warga yang belum menikmati bantuan yang bersumber dari APBD Pemko Medan ini.

Ketika meninjau pembagian bansos tahap kedua di salah satu kelurahan di Kecamatan Medan Denai pecan lalu, Akhyar minta Kepling dan Lurah mendata kembali warga yang belum menerima bantuan. Tapi warga yang sudah menerima BLT maupun PKH dan sejenisnya jangan didata lagi.

Imbauan Akhyar tersebut mendapat sambutan positif dari Fraksi PAN DPRD Medan. Ketua Fraksi PAN Edwin Sugesti mengatakan, Kepling dan Lurah harus segera bergerak mendata orang-orang yang belum menerima bantuaan Pemko.

Karena kata dia, terbukti masih banyak warga berteriak karena belum mendapat bantuan apa-apa. Padahal seharusnya setiap warga mendapat bantuan, karena semua terdampak Covid. “Kecuali yang memang benar-benar masih mampu, pasti mereka menolak mendapat bantuan,” kata Edwin.

Menurut anggota Komisi IV ini, ketika melakukan pendataan, Kepling jangan melihat rumah warga yang permanen langsung tidak didata. Padahal akibat Covid, banyak orang yang kena PHK, dirumahkan, usaha bangkrut, jualan tidak laku sehingga perekonomian rumah tangga ambruk.

“Memang yang kita utamakan adalah warga miskin paling terdampak Covid, tapi semua warga terdampak. Meski rumah warga permanen dari batu, jangan lihat rumahnya, ekonomi rumah tangga warga banyak yang hancur akibat Covid. Sehingga mereka butuh bantuan sembako untuk makan. Itukan menggunakan uang rakyat, pemko ini kan pemerintahan mereka juga, sehingga semua orang berhak ikut mendapat bantuan itu,” tegas Edwin.

Yang lebih memprihatinkan lagi, lanjut dia, banyak warga kurang mampu yang mengontrak dan  berpindah-pindah kontrakannya. KTPnya di Kelurahan A, kemudian habis kontrak pindah ke Kelurahan B. “Di kelurahan tempat tinggalnya yang baru  namanya tuidak terdaftar, lalu dia pergi ke kelurahan sesuai KTP, tapi tidak didaftarkan keplingnya. Kan kasihan, seharusnya mereka didata, kehidupannya masih susah sehingga harus dibantu, jangan jadi diabaikan,”ungkapnya.

Dia meminta agar Kepplimng terus berkordinasi denganpoihak kelurahan untuk melakukan pemutakhiran data. Jangan data yang ada menjadi patokan untuk dipermanenkan tanpa mengkroscek lagi mana-mana warga yang belum didata. “Plt wali kota sudah memberi instruksi agar kepling mendata yang belum dapat, segeralah jemput bola. Terlebih kepling, pasti hafal siapa-siapa warganya. Bergeraklah, beri yang terbaik untuk rakyat,” tuturnya.(mr/red)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.