Didesak LSM CIFOR, Pelindo I Langsung Perintahkan PT. Sentral Daya Madani Bayar Hak Lembur Pekerja Satpam di Graha Pelindo I

Didesak LSM CIFOR, Pelindo I Langsung Perintahkan PT. Sentral Daya Madani Bayar Hak Lembur Pekerja Satpam di Graha Pelindo I
SHARE

METRORAKYAT.COM, BELAWAN – Setelah awak media menerbitkan keluhan para pekerja jasa pengamanan (Satpam) di Grha Pelindo I Jl. Lingkar Pelabuhan No. I Belawan dan Jl. Lingkar Pelabuhan No. I Belawan naungan PT. Sentral Daya Mandani (SDM) belum mengeluarkan hak lembur pekerjanya hingga 3 (tiga) bulan dan mempertanyakan perubahaan status karena masa kerja mereka sudah 4 (empat) tahun, sementara PT. Sentral Daya Mandani adalah perusahaan outsourcing dan stasus pekerja selama 3 (tiga) tahun adalah PKWT.

Informasi diterima awak media usai disikapi LSM CIFOR, PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) langsung perintahkan PT. Sentral Daya Madani segera mengeluarkan hak lembur seluruh pekerja jasa pengamanan (Satpam) di Grha Pelindo I Jl. Lingkar Pelabuhan No. I Belawan dan Jl. Lingkar Pelabuhan No. I Belawan dan akhirnya PT. Sentral Daya Madani diduga memberikan uang hak lembur pekerja pada hari Sabtu tanggal 30 Mei 2020, namun anehnya pekerja disuruh menanda tangani surat pernyataan bahwasanya sudah menerima uang lembur smentara nyatanya dibayar hanya tunggakan 2 (dua) bulan dan dijanjiankan sisanya bulan depan.

Ketum DPP LSM CIFOR melalui Sekjennya Ismail Alex, M.I Perangin – Angin mendapat informasi dari Tim Investigasi dan Monitoring LSM CIFOR bahwasnya diduga PT. Sentral Daya Madani terpaksa pada hari Sabtu tanggal 30 Mei 2020 mengeluarkan hak lembur tenaga kerja jasa pengamanan (Satpam) di Grha Pelindo I Jl. Lingkar Pelabuhan No. I Belawan dan Jl. Lingkar Pelabuhan No. I Belawan tetapi bukan 3 (tiga) hanya 2 (dua) bulan. Selanjutnya meminta pekerja menandatangani surat PKWT, namun kejanggalan setelah tandatangan PKWT tersebut tidak juga diberikan kepada pekerja dan sisa tunggakkan lembur 1 (satu) bulan dibayar saat terima gaji katanya dan pekerja juga harus menandatangani surat bahwasanya sudah menerima uang lembur.

Terjadi pembayaran hak lembur pekerja Satpam di Pelindo I, kemungkinan LSM CIFOR bersama tim wartawan di Belawan yang sudah mengadukan kepada Pimpinan Dinas Tanaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Utara melalui Kepala Seksi Penegakan Hukum Ketenaga Kerjaan, Sihaloho, S.Sos diruang kerjanya pada hari Kamis 28 Mei 2020 di Medan sudah menyikapi dan akan mempelajari terlebih dahulu permasalahan Outsourcing PT. Sentral Daya Madani sudah mempekerjakan Satpam selama 3 (tiga) tahun lebih dan tentang peraturan outsoucing dimaksud dalam Pasal 59 ayat (3) jo ayat (4) berbunyi Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) hanya boleh dilakukan paling lama 2 (dua) tahun dan hanya boleh diperpanjang 1 (satu) kali untuk jangka waktu paling lama 1 (satu) tahun UU Ketenagakerjaan dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang khusus perusahaan outsourcing dan melaporkan kepada Pimpinan Asosiasi Badan Usaha jasa Pengamanan Indonesia (ABU JAPI ), Safrul Daulay, SH MM CCPS. Ucapnya alex

“Sebenar LSM CIFOR tidak terlalu focus terhadap hak – hak pekerja tetapi sedang mengumpuli dibalik hak pekerja ditemukan data jadi dalam minggu ini Tim Investigasi dan Monitoring LSM CIFOR bersama tim wartawan di Belawan khusus mengawal permasalahan ini hingga LSM CIFOR menemukan bukti kuat adanya unsur pelanggaran hukum dengan cara mengirim terlbih dahulu surat audensi kepihak manajemen Pelindo I terkait kinerja kelemahan keuangan perusahaan outsourcing, status pekerja dan kinerja Pimpinan SSU (Shared Service Unit) Pelindo I sebagai Penanggungjawab Lelang dan Senior President Umum Pelindo I selaku PJB (Penanggung Jawab Program) dan bagian Hukum Pelindo I memberikan pengelolaan PT. Sentral Daya Madani hingga 4 (empat) tahun dan menyusul Mekanisme Proses Lelang Pekerjaan Jasa Tenaga Kerja Pengamanan (Satpam) PT. Pelindo I pada Grha Pelindo I jalan Lingkar Pelabuhan I No. 1 dan jalan Krakatau Ujung No. 100 Medan dengan Nomor Lelang FML-0098/100/2020 sesuai peraturan perusahaan dan UU yang berlaku karena saat ini seluruh pekerja Satpam yang berasal dari mantan pekerja di Koperasi karyawan Pelindo I Pusat merasa kembali seperti pekan lalu tidak memilki kejelasan status,”ucap alex Minggu (31/5/2020).(mr/arl)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif