Akibat Pelonggaran Lockdown, Perekonimian Membaik dan IHSG Menguat
METRORAKYAT.COM, SAMOSIR – Akibat adanya pelonggaran lockdown pasca Pandemi Covid-19, ada harapan perekonomian mengalami peningkatan, sementara IHSG semakin menguat di level 5.000.
Berdasarkan pada kinerja harga minyak mentah dunia kembali mampu bertahan di kisaran $40 per barel. Dimana kenaikan harga minyak mentah terjadi seiring kecapaian kesepakatan OPEC+ dengan memangkas 10% dari total output global. Dengan bertahanya harga minyak tersebut tentu akan membuat sejumlah saham berbasiskan energi yang mengalami kenaikan, tutur Analisi Pasar Keuangan Benyamin, kepada metrorakyat.com via telp selulernya, Rabu (10/6/2020).
Di bursa perdagangan pagi ini, IHSG mengalami kenaikan, yang dibuka di level 5.000 dengan melanjutkan tren penguatannya nilai rupiah.
“Sejumlah bursa di Amerika dan Eropa yang mengalami penguatan merupakan salah satu pendorong membaiknya kinerja IHSG tersebut,” papar Benyamin.
Menurut dia, dimana salah satu sentimen eksternal menjadikan pendorong penguatan bursa global yakni, data ekonomi AS (Amerika Serikat) dari data penyerapan tenaga kerja mencapai 2.5 juta jiwa.
Kenaikan dalam penyerapan tenaga kerja tersebut membantah ekspektasi para analis sebelumnya.
Hal tersebut karena banyak analis sebelumnya justru memperkirakan terjadi penambahan jumlah pengangguran.
Sementara perekonmian di AS semakin membaik yang menjadi motor bagi negara lain untuk bersikap optimis terkait adanya progress pemulihan ekonomi. Disisi lain, pada pagi ini menjadi awal pelonggaran PSBB menuju kearah skema new normal.
“Pelaku pasar akan terus mencermati perkembangan ekonomi yang akan ditunjukan dengan mobilitas masyarakatnya,” sambungnya.
Rupiah bergerak berbeda dengan IHSG. Rupiah justru sedikit mengalami pelemahan dikisaran 13.900 per US Dolar, paparnya. (MR/ JB Rumapea)
