Warga Desa Mempertanyakan Dana BUMDES Desa Loloanaa Idanoi, kec.Gunungsitoli Idanoi
METRORAKYAT.COM,GUNUNGSITOLI – Badan Usaha Milik Desa ( BUMDES) Loloanaa Idanoi, kec.Gunungsitoli Idanoi, kota Gunungsitoli tahun 2019 belum terlaksana.
Warga desa Loloanaa Idanoi mempertanyakan dana BUMDES yang tidak terlaksana, Jumat (24/04/2020).
Selaku bendahara BUMDES, saat ditanyakan oleh salah satu warga desa Loloanaa Idanoi, menjelaskan bahwa jumlah dana yang telah masuk ke rekening BUMDES tahun 2019 sebesar Rp.155.000.000,-. Dan uang tersebut telah ditarik dari rekening sebesar Rp.150.000.000″.
Salah satu kegunaannya adalah untuk membeli 2 unit laptop dan ATK lainnya dengan biaya sebesar Rp.18.000.000. Dan saat itu pun, semua pengurus tidak mengetahui perbelanjaan tersebut, dimana yang mengetahui hanyalah Direktris BUMDES (ina keysa), Bendahara BUMDES (Novri) dan penasehat BUMDES (kepala desa Loloanaa Idanoi Edieli Batee).
Sambungnya lagi masyarakat tepatnya ke Direktris mempertanyakan kenapa BUMDES tidak dilaksanakan karna seluruhnya atas perintah Direktrislah kami bergerak. “Apa lagi saya hanya seorang bendahara saja.,”sebutnya.
Dengan saran tersebut, warganya langsung ke Direktris mempertanyakannya, dengan nada emosi beliau menjelaskan bahwa masalah dana BUMDES sama sekali tidak diketahuinya. Dia juga menyarankan warga untuk menanyakan hal itu kepada kepala desa selaku penasehat.
Lanjutnya lagi masalah penarikan itu tidak harus diadakan semua kepengurusan kecuali kalau pencairan.
Ini terlihat seakan Ina Keysa selaku Direktris jelas-jelas lepas tangan dan tidak mau memberi tanggapan sama sekali dan beliau menyerahkan sepenuhnya ditangan penasehat (kepala desa Loloanaa idanoi Edieli batee).
Warga hanya meminta pertanggungjawaban dari pengurus karna sampai saat ini Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) khususnya desa Loloanaa Idanoi kec.Gunungsitoli Idanoi kota Gunungsitoli tidak terlaksana sampai saat ini sedangkan penarikan dana telah dilakukan bulan Desember yang lalu tahun 2019.
Warga desa Loloanaa Idanoi meminta dan sangat berharap kepada pemerintah kecamatan, pemerintah kota dan terlebih-lebih kepada inspektorat untuk melakukan audit di desa Loloanaa Idanoi karna ini jelas diduga adanya penyelewengan.(mr/untung)
