Ketua DPRD Samosir, Warga Pendatang dari Zona Merah, Sarankan Diisolasi Mandiri

SHARE
67 views

METRORAKYAT.COM, SAMOSIR – Untuk mengantisipasi wabah virus corona (Covid-19), setiap warga baik itu perantau atau berkunjung ke keluarga wajib diisolasi mandiri. Hal tersebut disampaika Ketua DPRD Samosir, Saut Martua Tamba didampingi anggota Komisi I menjelaskan saat memonitoring Pustu (Puskemas Pembantu) Desa Cinta Dame, Pangururan, Rabu (22/4/20).

Karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir sudah melarang para perantau pulang kampung. Tentu ini sudah ada himbauan agar tak pulang dulu ke kampung halaman disaat Covid-19.

Terutama bagi mereka yang berada di zona merah corona virus disease 2019 (Covid-19). Saut Tambah lebih menjelaskan bahwa pelarangan dilakukan demi kebaikan bersama, yaitu mencegah penyebaran Covid-19. Walau seruan tersebut terus digaungkan, namun ada saja yang nekat pulang ke kampung halaman. Seperti 3 warga Desa Cinta Dame, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir yang baru pulang dari perantauan.

Dimana ketiga warga tersebut ada yang datang dari Simalungun, Kabupaten Malang (Jawa Timur) dan Kabupaten Purwokerto (Jawa Tengah) daerah zona merah Covid-19, ungkap Saut.

Hal ini terungkap saat Ketua DPRD Samosir bersama Komisi I yang membidangi kesehatan melakukan monitoring ke Pustu Desa Cinta Dame, Kecamatan Simanindo, Rabu (22/4/20).

“Ada 3 warga Cinta Dame baru pulang kampung kemarin dan dua hari lalu. Dengan notabene tempat mereka tinggal kawasan zona merah penyebaran virus Covid-19,” seru Saut Martua Tamba.

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan lebih lanjut, dari hasil pemeriksaan kesehatan ketiganya memang dalam kondisi sehat dan tidak ada gejala.

Namun mengingat mereka baru datang dari wilayah zona merah, pendatang supaya tetap mematuhi aturan Pemkab Samosir dengan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari kedepan. “Demi memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19, jadi petugas kesehatan yang ada di Pustu Desa Cinta Dame agar melakukan pengawasan dengan baik selama isolasi mandiri,” pintanya.

Kepada perantau yang datang ke Samosir, kita minta agar masyarakat menahan keinginan pulang kampung terlebih dulu sampai wabah corona benar-benar mereda. Tetapi bagi yang nekat harus pulang wajib diisolasi mandiri, apa lagi yang datang dari zona merah, bakal menjalani isolasi selama 14 hari. Bahkan jika membandel alias keluyuran, akan diisolasi di Gedung BLK yang disediakan Pemkab Samosir.

“Langkah antisipasi ini bakal dijalankan tegas untuk mencegah penyebaran corona. Agar Samosir tetap terkendali dan aman ini bisa berjalan lebih tertib,” pungkas Saut

Menurutnya, pengorbanan dalam penanganan Covid-19 selama ini jangan sampai menjadi tidak terkendali karena jumlah pemudik yang besar. Untuk itu, menunda mudik sampai keadaan benar-benar dinyatakan aman menjadi pilihan terbaik dan menjadi bagian kasih sayang terhadap keluarga.

“Tetaplah di kota masing-masing. Tidak usah pulang kampung. Tunda sampai keadaan lebih aman. Doakan keluarga dalam keadaan baik-baik saja. Semoga dalam waktu secepat mungkin kondisi bisa pulih kembali,” tuturnya, menutup. (MR/JB Rumapea)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif