oleh

Beredar Surat Permohonan Bantuan Bawa Nama Lembaga DPRD Medan, Hasyim : Minta Ketua BKD Memanggil AR Untuk Klarifikasi

SHARE
160 views

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE sangat menyayangkan sekali mendapat informasi adanya beredarnya surat yang membawa-bawa nama lembaga DPRD Kota Medan dan komisi 2 berisi permohonan bantuan yang ditujukan ke perusahaan di wilayah Mabar kecamatan Medan Deli.

Politisi dari Partai PDI Perjuangan Kota Medan ini meminta agar Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Kota Medan segera memanggil oknum anggota DPRD Medan berinisial AR yang juga ketua Komisi 2, untuk segera mengklarifikasikan terkait beredarnya surat yang membawa nama lembaga DPRD ke perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah kelurahan Mabar Kecamatan Medan Deli. 

“Itu sudah menyalahi aturan dan tidak pernah ada surat keluar dari lembaga DPRD Kota Medan di tandatangani oleh ketua komisi, kecuali oleh pimpinan di DPRD Medan. Perbuatan yang dilakukan AR yang juga ketua Komisi 2 DPRD Medan sudah mencoreng dan mempermalukan lembaga DPRD Medan, khususnya komisi 2 DPRD Medan. Sehingga ada kesan lembaga DPRD Medan kerjanya meminta-minta kepada perusahaan,” tegas Hasyim. Selasa (22/4/2020).

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan mengaku kaget awalnya ketika mendapat informasi seperti yang sudah ada beredar di media sosial. Jika niat untuk membantu warga masyarakat, silahkan dan janganlah niat membantu namun merugikan pihak lain apalagi mencatut-catut nama lembaga DPRD Medan tanpa sepengetahuan para pimpinan di DPRD Medan.

” Semua kan sudah ada aturannya dan sudah jelas. Jangan lah kita karena anggota dewan dan berbuat sesuka hati. Ada empat (4) pimpinan di lembaga legislatif DPRD Medan, sehingga haruslah dihormati dan di hargai,” ujar Hasyim.  

Untuk itu, kata Hasyim lagi, agar tidak terulang di kemudian hari, anggota legislatif dari Dapil 4 Kota Medan ini meminta agar secepatnya permasalahan tersebut dibawa ke BKD DPRD Medan untuk diminta klarifikasinya.

” Ada teguran dan sanksi yang harus di berikan secara kelembagaan termasuk juga dari partai yang bersangutan. Dan itu berlaku untuk semua anggota DPRD Kota Medan,” terangnya.

Diakui Hasyim, pada surat permohonan bantuan ada juga tertulis kata ‘cheos’, menurutnya, ditengah wabah pandemi Covid-19 saat ini, sebagai wakil rakyat harus mampu memberikan kesejukan dan rasa aman dan bukan menambahkan kepanikan ditengah-tengah masyarakat, apalagi situasi stay at home saat ini telah memaksa banyak masyakarat untuk tidak bekerja dan dirumahkan, sehingga berdampak pada ekonominya.

“Jangan ada istilah kata cheos yang diberitahukan kepada seseorang sehingga menambah rasa kepanikan dan kecemasan bagi orang lain. Kita harus mampu membuat masyarakat tetap tenang sambil memberikan bantuan semampu kita tanpa harus menjual nama lembaga atau institusi jika itu sifatnya pribadi,” ujarnya.

Ketika ditanya, kapankah Badan Kehormatan Dewan akan melalukan pemanggilan terhadap AR, Hasyim mengatakan secepatnya dan dia akan berkoordinasi dengan Ketua BKD DPRD Kota Medan tentang hal itu.

” Secepatnya bang, BKD akan kita suruh untuk memanggil yang bersangkutan, agar tidak lagi melakukan kesalahan serupa,” pugkas Hasyim dari balik selulernya.

Sementara itu, terpisah, AR ketua komisi 2 DPRD Medan saat dikonfirmasi mengatakan sudah mendapat telepon dari ketua DPC Partai Gerindra Kota Medan, Bobby O Zulkarnain. AR mengaku bahwa apa yang dilakukannya adalah murni untuk membantu kondisi masyarakat yang terdampak covid-19 yang sampai saat ini belum jelas sampai kapan akan berakhir.

Dikatakan dia lagi, surat yang mengatasnamakan lembaga komisi 2 DPRD Kota Medan dan di stempel partai Gerindra bukanlah atas persetujuan dirinya, melainkan kebijakan dari ketua ranting partai Gerindra PAC Medan Deli.

” Saya akui secara administrasi surat tersebut menyalahi, dan saya tidak ada menyetujui agar stempel partai Gerindra dibuat pada surat. Makanya dari semalam saya terus mencari ketua ranting tersebut namun belum ketemu. Dalam hal ini saya bukan bermaksud untuk mencari ketenaran ataupun nama, namun, surat itu untuk membuka hati dan kesadaran para pemilik (pengusaha) untuk mau membantu warga masyarakat yang ada disekitarnya, apalagi bantuan dari pemko Medan kita ketahui tidak semua bisa mendapatkannya,” jelasnya.(mr/tim)

Breaking News