Ini Pria Pelaku Curanmor Bernama Candra Yang Masih Buron

Ini Pria Pelaku Curanmor Bernama Candra Yang Masih Buron
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Ramadina (35), merupakan korban pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi pada Kamis (16/4/2020) malam kemarin, sekitar pukul 20.00 WIB yang babak belur akibat dipukul pada bagian wajah dan terjatuh setelah terjadi aksi tarik menarik antara korban dan pelaku begal saat mengendarai sepeda motornya.

Kepada awak media, wanita yang akrab disapa Dina (korban-red) ini mengaku, bahwa pelaku tidak sendirian melancarkan aksinya. Hal tersebut diketahui setelah pelaku lainnya yang akrab disapa Candra (pria didalam foto-red) berpura-pura menolong Dina saat tergeletak dipinggir jalan.

“Kemarin malam aku antar anak, setelah itu aku pulang ke rumah sendirian, karena masih belum terlalu malam dan kondisi jalan lengang, aku berkendara pelan-pelan. Tiba-tiba dari arah belakang ada yang ngikuti. Gak tau siapa, tiba-tiba dia nonjok wajahku pakai tangan, tapi ditangannya seperti ada ring gitu. Saat dipukul itu belum terjatuh, aku terjatuhnya saat pelaku yang naik sepeda motor itu menarik tas aku. Disitulah kami tarik-tarikan sampai aku terseret dan hampir tak sadarkan diri di sekitaran underpass jalan Titi Kuning,” kata Dina, Jum’at (17/4/2020) sore di Jalan Karya Kasih Komplek Palem Indah Blok C No. 1, Kelurahan Pangkalan Mansyur, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan.

Dina mengatakan, nama pelaku lainnya diketahui saat ia dibawa ke rumah sakit dan saat itu juga Dina menanyakan nama laki-laki yang membawanya ke rumah sakit itu.

“Waktu dirumah sakit itulah aku sempat menanyakan nama pelaku (Candra-red) itu. Setelah kenalan, aku ajak selfie karena sudah menganggap baik sekali orang itu sudah baik mengantarku ke rumah sakit. Saat aku masih terbaring nahan sakit, Candra sempat ngajak bicara, tapi tangannya satu lagi di atas kepalaku, karena tas aku letak di atasku. Gak lama kemudian, pelaku menawarkan makanan. Karena lama gak kembali-kembali, aku suruh keponakan ngecek sepeda motor. Disitulah baru ketahuan pelaku pergi naik sepeda motorku, karcis parkir masih ada di dalam tas, tapi STNK dan kendaraan sudah raib dibawanya. Aku sempat lari keluar dan mencabut jarum infus yang ada ditangan utk memastikan yang dibilang keponakanku tadi, ternyata benar kalau sepeda motorku sudah gak ada. Tapi yang anehnya, sepeda motor dia itu ditinggal diparkiran,” ungkapnya.

Akibat perbuatan pelaku, korban mengalami kerugian mencapai belasan juta rupiah dengan kehilangan barang berupa sepeda motor merk Honda Beat warna biru putih dengan plat nomor Polisi BK 2915 AHW (STNK atas nama Ramadina), kerabu emas 6 gram dan uang tunai Rp. 200.000,- (dua ratus ribu rupiah). Dina juga sudah melaporkan perbuatan pelaku ke pihak Kepolisian pada hari Kamis (16/4/2020) dengan Nomor : STTLP/450/IV/2020/SPKT/SEKTA DELTA.

Sementara itu, dari keterangan saksi lain di salah satu cafe yang ada di Jalan Halat, Kota Medan, seorang pelayan cafe membenarkan bahwa pelaku sempat singgah sekitar pukul 19.00 WIB untuk membayar hutang di cafe yang tidak jauh dari Pasar Halat itu.

“Iya benar, tadi dia datang ke sini untuk bayar hutang. Tapi dia gak berani turun, dia manggi-manggil dari dalam mobil. Kami sempat kaget juga, karena fotonya sudah viral, tapi dia (Candra-red) kenapa masih bisa bebas berkeliaran. Kami semua yang ada disini sempat bertanya-tanya. Setelah bayar hutangnya, dia pergi naik mobil warna silver. Kami gak lihat plat nomornya,” sebut pelayan cafe yang tak ingin namanya dipublikasikan, Jum’at (17/4/2020) malam.(mr/tim)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.