Diduga Kurang Transparan, Hubungan Sesama Anggota Komisi 2 di DPRD Medan Renggang

Diduga Kurang Transparan, Hubungan Sesama Anggota Komisi 2 di DPRD Medan Renggang
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Diduga dipicu karena tidak adanya saling keterbukaan dan transparan diantara sesama anggota dewan yang duduk di Komisi 2 DPRD Medan, telah menimbulkan gejolak internal dikalangan komisi yang membidangi kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, sosial dan kesejateraan ini.

Kerenggangan pun mulai terlihat ketika adanya beberapa rangkaian kunjungan kerja (Kunker) dan Sidak yang dilakukan oleh pimpinan Komisi 2, namun hanya mengikutsertakan beberapa anggota DPRD Medan saja, sementara beberapa lagi tidak mengetahui kegiatan tersebut sama sekali.

Seperti diakui oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan dari Dapil 3, Dodi Robert Simangunsong. Dimana politisi dari partai Demokrat ini mengaku menyayangkan keputusan yang diambil oleh ketua komisi 2, Aulia Rachman yang terang-terangan selalu melaksanakan kunjungan kerja ke beberapa perusahaan di Kota Medan, namun terkesan diam-diam atau sembunyi-sembunyi. ” Ada apa ini, apa memang begitu caranya Kunker hanya membawa beberapa anggota Komisi 2 yang dekat sama ketua Komisi dan yang bisa diajak bekerjasama,” sebut Dodi R Simangunsong, Selasa (11/2/2020) diruang kerjanya.

Diceritakan Dodi lagi, baru-baru ini, dirinya mendapat kabar ada kunjungan kerja ke salah satu perusahaan di daerah Medan Utara, dia sudah berada di dekat tempat yang akan dikunjungi, namun ketika dia tiba di perusahaan tersebut, ketua komisi yakni Aulia Rachman dan Modesta Marpaung langsung membubarkan pertemuan dan keluar meninggalkan ruangan. ” Masa pertemuan baru berlangsung lima (5) menit sudah dibubarkan ketika saya baru saja tiba untuk mengikuti kunker itu,” sebut nya kesal.

Sementara itu, Anggota komisi 2 lainnya, Drs.Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B saat disambangi keruangannya terkait konflik internal yang  sedang terjadi di Komisi 2 mengakui memang sudah ada ketidaksolitan antara sesama anggota DPRD di komisi 2. Hal itu terlihat ketika berbagai rangkaian kunjungan kerja yang diduga tidak melibatkan seluruh anggota komisi 2.

” Kita akan laporkan ini kepada pimpinan DPRD Medan, juga kepada Badan Kehormatan Dewan (BKD). Kita duduk disini sebagai wakil rakyat bukan wakil diri sendiri, sehingga janganlah kita bermain sendiri-sendiri juga, mari kita ciptakan kesolitan kita dengan tetap berkoordinasi dengan seluruh anggota legislatif yang ada di komisi 2 ini,” terang Ketua Taruna Merah Putih Kota Medan ini.

Disebutkan Wong lagi, kunjungan ke Perusahaan yang tidak di ketahui oleh pimpinan DPRD dan tanpa surat tugas hal ini setelah anggota dewan tiba di Lokasi dan menanyakan surat-tugas ke perusahaan ternyata tidak ada dan ini melanggar Tatib DPRD.

“Seyogianya kita harus memiliki surat tugas dari ketua DPRD untuk mengunjungi perusahaan dan ini merupakan pembelajaran bagi anggota dewan yang baru. Dan juga di harapankan teman-teman dewan yang senior mengajari dewan yang baru dengan benar dan jangan menyalahi tupoksi sebagai anggota dewan,” sebutnya.

Lanjutnya lagi, kedepan komisi 2, akan rapatkan kembali, bahwa setiap kunjungan kerja ataupun Sidak haruslah telebih dahulu mendapat persetujuan dari pimpinan yang ada di DPRD Kota Medan.

“Karena kita semua memiliki pimpinan yang harus kita hormati dan hargai,”ketusnya.  (MR/red)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.