Preman Ngaku Jukir Di Depan Medan Mall Bikin Resah Pengemudi Grap Mobil Online, dishub dan Polisi Diminta Turun Tangan
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Beberapa pengemudi grap mobil online dibuat resah oleh preman yang mengaku petugas jukir (juru parkir) yang selalu meminta uang parkir namun tidak resmi kepada para supir Grap Mobil Online ketika menjemput penumpangnya di depan Plaza Medan Mall Medan. Hal ini diutarakan oleh salah seorang pengemudi Grap Mobil Online bernama Pak Hutauruk yang merupakan warga Jalan Geperta Kecamatan Medan Helvetia, Jumat (10/1/2020) kemarin.
Dikatakan Hutauruk, dirinya sudah sering dimintai uang oleh oknum preman yang ada didepan gedung Medan Mall tepatnya di Jalan MT Haryono Medan ini. Diceritakannya, saat itu dia sedang menjemput penumpang yang memesan Grap Mobil Online melalui aplikasi yang ada android. Setelah tiba di depan gedung Medan Mall, dan ketika penumpang yang memesan grap sudah masuk kedalam mobil, tiba-tiba seseorang yang mengaku petugas parkir meminta bayaran kepada nya. ” Saya heran, kitakan cuma jemput dan tidak ada ngetem atau berhenti lama di depan plaza Medan Mall. Saat penumpang sudah naik dan saya hendak menjalankan mobil, tiba-tiba seorang pria yang mengaku petugas parkir meminta uang parkir dengan gaya arogan. Ketika saya menanyakan untuk apa uang saya berikan sama oknum tersebut, tidak dapat dijelaskan, hanya katanya untuk uang parkir,” jelas Hutauruk.
Tambah Hutauruk lagi, uang diminta memang hanya sebesar Rp.2000,- namun itu berlaku untuk semua pengemudi grab mobil yang datang menjemput penumpang. ” Rp.2000 itu untuk sekali membawa penumpang dari sana, teman-teman sesama pengemudi grap mobil sudah banyak yang keberatan, namun, tidak berani, karena takut ditandai oleh para preman yang menyaru petugas parkir itu. Pernah ada yang tidak memberikan, mobilnya digores oleh pelaku pungli itu,” terangnya sambil menambahkan, petugas kepolisian dan dishub yang ada di dekat daerah itu seolah tidak mau tahu atas apa yang terjadi disekitar mereka.
Menanggapi itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos mengatakan sangat menyayangkan ulah oknum yang mengaku petugas parkir, dan meminta uang kepada pegemudi grap mobil yang sedang menjemput penumpang. ” Apa memang mereka itu petugas parkir dari Dishub yang resmi. Dan kalau benar, kenapa tidak ada memberi karcis parkir, dan mobil yang hanya berhenti beberapa menit saja untuk menjemput penumpang dikutip uang, alasan uang parkir,” tanya anggota Komisi IV ini heran.
Untuk itu, Antonius meminta agar kepala Dinas Perhubungan Kota Medan melalui Kabid Parkir segera meninjau kelokasi keluhan warga masyarakat ini dan mengamankan oknum-oknum yang mengaku juru parkir yang telah bikin resah para pengemudi Grab Mobil. ” Sebab, saya dapat informasi, bahwa para jukir liar ini hanya meminta uang parkir kepada khusus pengemudi grab Mobil saja,” jelasnya.
Politisi dari partai Nasdem ini juga berharap kepada pihak kepolisian bekerjasama dengan Dishub Medan melakukan razia terhadap para juru parkir liar yang diketahui sudah meresahkan masyarakat agar kondisi Kota Medan tetap kondusif dan aman, apalagi menjelang hari Raya Imlek dan memasuki tahun Pilkada Kota Medan.
” Kita meminta pihak kepolisian dan Dishub bekerjasama dalam melakukan razia penertiban para jukir liar yang hanya meresahkan pengendara bermotor, sebab, sudah ada peraturan resmi terkait parkir dan juru parkir yang resmi di keluarkan oleh Pemko Medan,” tegas Antonius Tumangggor. (mr/red)
