Reses Parsaulian Tambunan di Kota Padangsidimpuan,Masyarakat Masih Mengeluh Pelayanan Pemerintah

Reses Parsaulian Tambunan di Kota Padangsidimpuan,Masyarakat Masih Mengeluh Pelayanan Pemerintah
Bagikan

METRORAKYAT.COM, PADANGSIDEMPUAN – Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Nasdem Parsaulian Tambunan menggelar Kegiatan Reses I Sidang I Tahun 2019-2020 ke daerah pemilihan (Dapil) VII (Tapsel, Madina, Padangsidimpuan, Palas dan Paluta). Reses hari pertama dipusatkan di Kota Padangsidimpuan, tepatnya di Gedung GKPA Jalan Teuku Umar, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Sabtu (14/12/2019).

Agenda reses Parsaulian Tambunan ke Tabagsel didampingi Bendahara Sekretariat Dewan Sapril Gultom. Dalam sambutannya, Parsaulian menyampaikan bahwa reses kali ini adalah reses pertama setelah mereka dilantik September kemarin.

“Harapan saya, lewat reses ini masyarakat benar-benar memanfaatkannya untuk menyampaikan aspirasi dan keinginan mereka dalam membangun daerah Tabagsel menjadi lebih baik,” kata Parsaulian.

Cita-cita saya sejak dulu, lanjut Parsaulian membangun masyarakat Tabagsel yang unggul, bermartabat, berbudaya dan beretika serta berkarakter.
Walaupun kita berbeda latar belakang dan agama tapi kita memiliki budaya yang sangat kuat dan menjunjung tinggi kebersamaan.

“Mimpi saya ke depan adalah membangun sumber daya manusia (SDM) unggul lewat pendidikan yang berkualitasberkualitas dan
merevitalisasi sektor pertanian. Kita ingin menerapkan teknologi dan industri di sektor pertanian agar petani lebih mandiri,” tandasnya.

Pada acara tersebut perwakilan masyarakat Ngelem Ginting meminta agar pemerintah membangun kawasan wisata yang ada di Tabagsel, untuk pengembangan kawasan wisata di Tabagsel perlu keseriusan dari pemerintah.

Kemudian, Pdt. Emeritus MP Marpaung meminta kepada wakil rakyat agar pemerintah juga tidak melupakan nasib lansia.

Sama halnya dengan Ketua GAMKI Bonardo Marpaung yang mengeluhkan pelayanan PDAM Tirta Ayumi Padangsidimpuan dimana sambungan air yang sudah diajukan tidak terealisasi sudah 9 tahun.

“Masih berkaitan dengan ketersediaan air dalam jangka waktu yang cukup lama akan terganggu apabila hutan penyangga yang ada semakin habis dibabat. Pemerintah dalam hal ini harus tegas dalam menertibkannya,” tandas Bonardo.

Pertanyaan dan aspirasi juga disampaikan Pdt. IP Pasaribu, S.Th dan Ephorus GKPA Pdt. TS Simatupang menyampaikan keluhan tentang keberagaman yang selama ini sudah terjaga dengan baik. Tabagsel yang dulunya sebagai laboratorium kerukunan antar umat beragama perlu diperhatikan ke depan.

“Permasalahan lain yang dihadapi masyarakat adalah sulitnya mendapatkan surat ijin rumah ibadah, masyarakat juga masih mengeluh dengan sulitnya mengurus surat-surat kependudukan termasuk dalam pengurusan KTP dan KK, akte lahir, akte nikah dan administrasi kependudukan lainnya,” kata TS Simatupang.

Pengurusan administrasi kependudukan khususnya di Kota Padangsidimpuan dan Tabagsel pada umumnya, lanjut Ephorus kenapa tidak diberi kemudahan, karen untuk masuk sekolah administrasi kependudukan adalah syarat utamanya.

Menanggapi aspirasi dan masukan yang disampaikan masyarakat Kota Padangsidimpuan, Parsaulian Tambunan menyampaikan bahwa kedatangannya menggelar reses adalah menyerap aspirasi dari masyarakat.

“Aspirasi dari bapak dan ibu akan kita tampung dan kita bahas dalam rapat paripurna. Sebagian dari aspirasi masyarakat akan kita sampaikan ke walikota dan kepala daerah, khususnya di Dapil VII Tabagsel,” tandasnya.(mr/jms)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.