Ratusan Warga Kecamatan Bukit Intan Dihebohkan Isu dan Provokasi Oknum Tidak Bertanggungjawab
METRORAKYAT.COM, PANGKALPINANG – Isu yang membuat heboh warga di Kelurahan Air Itam Kecamatan Bukit Intan menghebohkan pengguna jalan dan masyarakat sekitar. Isu yang menyebutkan adanya ratusan kelompom masyarakat yang tergabung dari tiga kelurahan Air itam, Sinar Bulan, Temberan Senin malam (24/12/2019) itu dipicu informasi dari oknum yang tidak bertanggung jawab dan provokasi, hingga membuat warga menjadi panik dan bertanya-tanya, apalagi sampai ada isu meninggal dunia.
Menyikapi suasana yang makin memanas dan membuat ramai tersebut, Pukul 20,30 WIB semua RT, RW, tokoh masyarakat, camat, Polsek, pihak TNI dan Polresta mengadakan musyawarah apa sebenarnya yang terjadi sehingga membuat warga berkumpul ratusan orang.
Hardiman, LPM kelurahan Air Itam menjelaskan sebenarnya tidak ada warga yang berkumpul, dan hanya ada kegiatan musyawarah di kabtor Lurah Air Itam.
“Kita dari tiga kelurahan hanya mengadakan musyawarah di kantor kelurahan Air Itam, terkait kejadian yang di Batu Lubang, jangan sampai kejadian di Batu Lubang terjadi di kampung kita, karena banyak masyarakat yang mengadu kepada para RT di kelurahan Temberan dan Sinar bulan,” katanya.
Erwin selaku ketua LPM masyarakat menolak keberadaan salapan di air itam raya menolak keras.keberadaan spet boatvyang ada di laut pasir padi,laut sampur di bersiahkan dan yang ketiga semau ti Rajuk yang ada di laut semua di angkat dan tidak bekerja lagi disini.
Saat itu hadir juga anggota DPRD kota Pangkal Pinang, Syahrommadon dan meminta kepada pihak kepolisian untuk cepat tanggap supaya suasana tidak semakin memanas karena yang terjadi di Batu Lubang tidak terjadi disini.
“Kita masyarakat percayakan semua ini kepada pihak pemerintahan dan kepolisian,” tegas Syahrommadon.
Sementara itu Kapolsek Bukit Inta, AKP Andi Putra, menjelaskan jika kerumunan warga malam hari ini ada yang memprovokasi dan menghembuskan kalau korban penusukan meninggal, sebenarnya itu tidak benar.
“Korban sekarang sedang mendapat perawatan dirumah sakit. Seberanya rencana dari ketiga kelurahan hanya mengadakan musyawarah untuk mengatur warga pendatang dan membuat regulasi bagi masyarakat pendatang sehubungan adanya kejadian penusukan beberapa hari yang lalu,”jelasnya.
Sambungnya, kejadian di Batu Lubang sampai sekarang masih di goreng oleh oknum provokasi yang tidak bertanggung jawab, sehingga ada yang menghembuskan di tengah masyarakat sehingga timbul kekawatiran warga di Tiga Kelurahan.
“Alhamdulillah semua warga sudah paham dan hati-hati terhadap provokasi, maka malam ini harus kita bubar kan, nanti lewat pak camat dan lurah semua Rt,RW LPM di ke Tiga kelurahan akan diundang untuk membahas dan mengatur agar warga pendatang bisa dikontrol dan diawasi, selama ini saya sudah menempel dirumah warga call siaga dan saya bersama anggota siap 24 jam apa bila ada laporan dan kepada provokator hati hati kalau terbukti dan tertangkap pasti tidak akan segan segan untuk saya lakukan tindakan hukum,”pesan Adi.
Himbuan Adi lagi kepada masyarakat harus cerdas menyaring informasi,kalau tidak paham bisa dicros cek di Babin dan Babinkamtibnas.
“Semua sudah jelas kalau Babel ini cinta damai tidak ada beda ras suku dan agama,”tutup Adi. (mr/hrm)

