Jadikan Parit Tong Sampah, Camat Pancur Batu Diminta Tegakkan Perdes
METRORAKYAT.COM, PANCUR BATU- Menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan indah harus dimulai dengan membersihkan lingkungan di sekitar kita. Setelah terbiasa menjaga kebersihan dan kerapian rumah, kita bisa mulai mengerahkan tenaga untuk mempercantik kota dan tempat tinggal dengan bergotong royong membersihkan lingkungan diikuti dengan kerja bakti secara berkala dapat mempercantik lingkungan hidup.
Kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan dirasa masih sangat kurang.
Kedisiplinan dalam membuang sampah harusnya selalu diterapkan. Jika kita sedang berada diluar dan memang tidak ada tong sampah, sebaiknya kita bawa terlebih dahulu sampah tersebut sampai kita menemukan tempat sampah. Namun, realitanya banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan, baik di jalan maupun di saluran pembuangan maupun parit. Sifat manusia memang serakah dengan merampas hak air mengalir di jalannya. Segala yang tidak digunakan dibuang begitu saja ke selokan.
Selokan bukanlah tempat sampah, melainkan tempat mengalirnya air. Jika saluran air tersebut banyak digenangi sampah maka air tidak dapat mengalir dengan lancar. Bukan hanya sampah yang dengan enak dibuang ke saluran air, limbah rumah tangga dan limbah lainnya juga kerap kali dibuang begitu saja ke selokan. Hal ini dapat menciptakan sedimentasi di dasar saluran air, akibatnya terjadi pendangkalan pada saluran air tersebut.
Kemana air selokan ini mengalir? Ke sungai, ke laut, atau ke pembuangan yang lain? Kalau air selokan ini mengalir ke sungai dan nantinya ke laut, berapa jumlah air selokan yang akan mengotori sungai dan laut kita. Kalau air ini mengalir ke suatu pembuangan, apakah pembuangan ini dikelola oleh pemerintah kota maupun kabupaten.
Jika air limbah ini kita buang ke selokan tentu saja kita akan berkontribusi pada pencemaran lingkungan. Bayangkan masa depan lingkungan kita seperti apa jika pembuangan limbah rumah tangga kita mengalir ke sungai. Berapa juta liter tiap harinya selokan mengaliri air kotor ke sungai.
Sepertinya halnya masyarakat desa Tanjung Anom, Dusun 6, Gang Amaliyah, Kabupaten Deli Serdang yang mengeluhkan adanya seorang warganya yang kerap membuang sampah kedalam parit hingga mengganggu kenyamanan dan kebersihan lingkungan masyarakat, sampah rumah tangga yang dibuang begitu saja tampa memikirkan dampak buruk dari prilaku yang tak patut di contoh.
Salah seorang warga dusun 6, desa Tanjung Anom Gang Amaliyah bernama Yanto ( 47 ) pada awak media mengaku kesal dengan perbuatan salah satu tetangganya itu.
“Alasannya tak punya tempat pembuangan sampah sih, jadinya mamak Umay itu sering membuang sampah rumah tangga ke parit pada setiap pagi, sampah yang dibuangnya ngalir ke parit depan rumahku, kan jadi jorok, hingga akhirnya sampah menumpuh, takutnya hujan deras datang, banjir, kan yang kena dampaknya bukan yang buang sampah saja, tapi warga lainya juga ikut merasakan akibatnya, belum lagi dari segi kesehatan kan gawat itu,” ucap Yanto.
Tambahnya lagi, dengan ini banyak warga meminta agar Camat Pancur Batu, melalui kepala desa Tanjung Anom serta kepala lingkungan agar memberikan tindakan tegas pada warga yang kedapatan membuang sampah ke parit.
“Kami minta Pak Camat Pancur Batu, Kepala Desa Tanjung Anom dan kepala lingkungan memberikan tindakan tegas pada warga yang kerap menjadikan parit sebagai tong sampah, Camat dan Kades harus tegakan Perdes yang mereka buat, kalau cuma hanya sekedar peraturan tampa ada penegakan lebih baik tak usah dibuat Perdes tentang sampah itu,” ucap Yanto kesal. ( MR/Red )
