Menghadapi SP 2020, BPS Workshop Bersama Wartawan
METRORAKYAT.COM, DELITUA – Untuk menghadapi Sensus Penduduk (SP) 2020, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatra Utara (Provsu) melaksanakan kegiatan Workshop Wartawan bersama thema ” Penguatan Publisitas SP2020″ dilaksanakan selama empat hari tgl 27-30 Nop 2019, di Hotel Pancur Gadiang Resort Deli Tua, Kab Deli Serdang. Kamis (28/11/19). Acara yang di kemas dengan berbagai kegiatan selain workshop ada juga outbound, yang merupakan rangkaian kegiatan Persiapan Sensus Penduduk 2020.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Syech Suhaimi menjelaskan, kegiatan tersebut dalam rangka penyampaian informasi, di mana media akan di libatkan mencari data penduduk yang belum di daftar. Karena BPS merupakan instansi yang tidak berpihak kemanapun, serta selalu mengeluarkan angka yang mencerminkan potret kondisi Indonesia sebenarnya. Independensi BPS merupakan data detail.
“Tentu ini harus di dukung oleh media di saat pendataan. Dimana jurnalis, tentu punya tanggung jawab moral untuk menyampaikan hal yang benar kepada publik,” ungkap Suhaimi dihadapan para awak media.
Itu sebabnya, lanjut Suhaimi kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman kepada insan Pers akan terminologi Kementrian mauoun Lembaga yang tidak bisa dengan mudah dipahami masyarakat. Workshop dilaksanakan efektifnya dua hari dengan pembahasan indikator perekonomian dan sosial yang selama ini menjadi produk yang dihasilkan oleh BPS serta menjadi acuan dalam kebijakan-kebijakan para stakeholder, baik pemerintah maupun Swasta. Perbedaan persepsi yang diterima oleh media sering menimbulkan kekacauan di masyarakat
“Sehingga mindset pelaku ekonomi akan terkacaukan saat membaca kata dan mendenga ‘turun’ tadi, kesannya daya beli masyarakat seolah-olah sudah tidak ada. Yang intinya, konsumsi rumah tangga tetap tumbuh, hanya saja pertumbuhan lebih kecil jika dibandingkan periode sebelumnya hanya saja melambat,” sebutnya.
Dijelaskan lagi, kesalahan terminologi digunakan oleh media yang selama bisa memiliki dampak yang signifikan. Misalnya saat pertumbuhan konsumsi rumah tangga disebut ‘turun’, yang pada intinya melambat.
Suhaimi berharap, kiranya kegiatan workshop ini, media memilliki pandangan yang sama dengan yang disampaikan oleh BPS. Selain itu kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan keakraban antara BPS dan pihak Media. Menjelang pelaksanaan SP2020 ini diharapkan para media lebih intens mensosialisasikan kegiatan sensus tersebut di media masing-masing sehingga masyarakat khususnya Sumut lebih peduli untuk berpartisipasi mensukseskan pelaksanaan SP2020,” paparnya. (MR/JB Rumapea).
