Anggota DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor Dukung Terlaksananya Lomba Pemazmur
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Berbagai kegiatan ke Agamaan sudah terlaksana sebagai salah satu program Pemko Medan membina kerukunan umat beragama di Kota Medan.
Untuk kegiatan keagamaan bagi umat Katolik baru baru ini sudah dilaksanakan berupa “Lomba Bermazmur ‘ di Chatolic Center yang dianggarkan Dinas Kebudayaan mencapai ratusan juta rupiah.
Anggota DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor ,Jumat (22/11) mendukung terlaksananya lomba pemazmur tersebut.
Bagi umat Katolik bahwa mazmur itu merupakan salah satu bagian tata ibadah misa di Gereja Katolik. Dan untuk melantumkan mazmur itu butuh keahlian tersendiri karena tidak semua umat punya talenta untuk melantumkannya.
Jadi,dengan lomba Mazmur ini merupakan salah satu upaya peningkatan iman Kekatolikan.
Cuma yang menjadi pertanyaan bagi anggota dewan dari Fraksi Partai Nasdem DPRD Medan ini, kenapa justru Dinas Kebudayaan yang melaksanakannya dengan melibatkan EO(Even Organizer).
Padahal kita tahu program itu untuk umat Katolik. Seharusnya, berikan pengelolaan kegiatan lomba Bermazmur itu serahkan kepada umat atau lembaga yang berkompeten di bawah naungan Gereja Katolik.
“Kalau seperti ini sistemnya, berarti yang untung EO-nya dan yang sukses itu Dinas Kebudayaan.Jadi, peran umat Katoliknya dimana, apa hanya sebatas datang berlomba”,ujar Devolis nada bertanya.
Bila merujuk kepada Permendag No 35 Tahun 2016 tentang pembentukan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Getejani Katolik bahwa pesta paduan suara Getejani merupakan salah satu pembinaan keimanan dan ketakwaan umat Katolik.
Dari poin di atas,lomba Mazmur juga merupakan salah satu bagian dari pesta paduan suara Getejani sehingga penanganannya sebaiknya diserahkan kepada LPP Pesparani Gerejw Katolik Kota Medan.
Dalam hal inilah,Pemko Medan sebaiknya segera membentuk lembaga Pesparani Gereja Katolik Kota Medan.Dengan demikian,lomba Mazmur bisa disatukan dengan festival paduan suara Gerejani Katolik,ujar Tumanggor.
Dengan demikian,umat akan terlibat langsung melaksanakan lomba Mazmur dan paduan suara Gerejani dan bukan hanya sebagai penonton karena diserahkannya ke pihak EO. (MR/red)


