September 2019, Medan Deflasi 1,92 Persen

September 2019, Medan Deflasi 1,92 Persen
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – September 2019 seluruh kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumatera Utara (Sumut) seperti Medan, Sibolga, Pematang Siantar dan Padangsidempuan mengalami deflasi.

Dari 4 kota gabungan tersebut IHK di Sumut mengalami deflasi 1,81 persen, masih lebih tinggi jika dibanding nasional yang juga deflasi 0,27 persen. Hal ini di jelaskan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Syech Suhaimi dalam keterangan pers kepada wartawan di kantornya, Jalan Asrama Medan Selasa (1/10).

Katanya, terjadinya deflasi di IHK Sumut karena banyak sekali bahan makanan yang mengalami penurunan harga seperti cabai merah, cabai hijau, cabai rawit, ayam ras yang turun dibanding bulan sebelumnya. “Harga cabai merah mengalami penurun sehingga membuat di bulan September deflasi,” sebut Suhaimi.

Disisi lain, komoditi yang memberikan andil inflasi yaitu sewa rumah, sewa hijau, emas perhiasan, mobil, kemeja panjang katun laki-laki, pemeliharaan/servis, cumi-cumi, kemeja pendek katun laki-laki, jahe dan terong panjang.

Menurut Suhaimi, deflasi di Medan 1,92 persen, Pematangsiantar 1,18 persen, Padang Sidempuan 0,95 persen dan Sibolga 1,94 persen. “Deflasi di Sibolga tertinggi di Pulau Sumatera,” ungkap Suhaimi.

Selanjutnya, jelas Suahimi, pada Agustus 2019, Sumut masih mengalami inflasi 0,18 persen dan kumulatif Januari hingga Agustus 2019 senilai 5,40 persen. Sementara kumulatif Januari sampai September 2019, tetap mengalami inflasi sebesar 3,49 persen.

“Selama tahun 2019, Sumut hanya dua kali mengalami deflasi yakni pada bulan Pebruari 0,32 persen dan September 1,81 persen,” jelas Suhaimi.

Deflasi di Medan, ujar Suhaimi, terjadi penurunan akibat indeks dari 146,70 Agustus 2019 menjadi 143,88 pada September 2019.

“Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks sebagian kelompok pengeluaran,” paparnya.

Untuk kelompok pengeluaran yaitu bahan makanan sebesar 7,57 persen dan transportasi, komunikasi serta jasa keuangan sebesar 0,03 persen. Kelompok lainnya menunjukkan peningkatan indeks seperti perumahan, air, listrik, gas maupun bahan bakar sebesar 0,47 persen, untuk sandang sebesar 0,69, kesehatan sebesar 0,07 persen.

Selanjutnya kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau serta pendidikan, rekreasi maupun olahraga tidak mengalami perubahan indeks.

Di jelaskan Suhaimi, dari 23 IHK di Pulau Sumatera, sebanyak 19 kota tercatat deflasi, tertinggi di Sibolga sebesar 1,94 persen dengan IHK sebesar 144,61 terendah kota Tanjung Pinang sebesar 0,11 persen dengan IHK 135,56, cetusnya.

Namun dari 82 IHK di Indonesia, inflasi tertinggi di Meulaboh 0,91 persen, terendah di Stallone dan Pelopo sebesar 0,01 persen. Sedangkan deflasi tertinggi di Sibolga dan terendah di Surabaya, paparnya mengakhiri. (MR/JB Rumapea).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.

One thought on “September 2019, Medan Deflasi 1,92 Persen

Comments are closed.