Dana APBD Lebih Sering Digunakan Oleh Wakil Bupati, Namun Tidak Ada Laporan pertanggung Jawaban, Ini Tanggapan Bupati AFU
METRORAKYAT.COM, WAISAI – Bupati Kabupaten Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, SE (AFU) akhirnya menanggapi pernyataan yang di sampaikan oleh Wakil Bupati Manuel Piter Urbinas, S.Pi, M.Si pada hari Rabu (23/10) yang dimuat dan terbit di beberapa media online.
Dimana ada menyebut semenjak dirinya menjabat sebagai wakil bupati kabupaten Raja Ampat, tidak pernah mengetahui dan melihat APBD kabupaten Raja Ampat sejak tahun anggaran 2016- 2019. Apalagi ada pernyataan dari Manuel akan melaporkan masalah tersebut ke Mendagri.
Menanggapi itu, Bupati AFU dengan santai, mengatakan kebetulan Mendagri Mantan Kapolri bisa melakukan pemeriksaan, siapa yang menggunakan Anggaran APBD namun tidak ada laporan pertanggun jawaban.
Bupati AFU juga menjelaskan, menyangkut Dana APBD yang diucapkan oleh Wabub Urbinas bahwa tidak pernah melihat pembahasan dana APBD, menurut AFU pernyataan itu sangat tidak benar.
Pertanyaan AFU, anggaran yang selama ini Wabub Urbinas gunakan namun tidak ada laporan pertanggun jawaban itu pakai anggaran dari mana, kalau bukan APBD itu dana dari mana.?
Lebih lanjut AFU menerangkan, tidak ada hak-hak beliau (Wakil Bupati) yang ditahan. “Saya sebagai bupati tidak pernah tahan hak wakil bupati, karena dana tersebut menyangkut dengan makan minum,”ucapnya kepada Media Metrorakyat.com, lewat SMS via WhatsApp, Jumat (25/10/2019).
Sambung Bupati AFU lagi, dana operasional Bupati dan Wakil Bupati digunakan sama- sama, itu sudah biasa dari sejak pelantikan hingga saat ini.
“Sejak di lantik, dirinya tidak terlalu sering berangkat untuk urusan diluar kota, tetapi sering diwakilkan oleh pejabat yang lain,”ujar AFU.
Bupati AFU juga menambahkan, sebagai bupati Raja Ampat, biasanya Ia hanya melakukan kegiatan di wilayah Raja Ampat, karena menurut AFU itu yang paling penting, sehingga tidak menguras oprasional yang bersumber dari APBD.
“Saya heran sementara APBD bukan barang rahasia, karena sudah terbuka di depan umum yang sistimnya online, setiap tahun ada LKPJ Bupati yang secara terbuka disampaikan dalam sidang DPRD dan di ketahui secara terbuka,”ujarnya.
Tahun ini dana APBD yang di gunakan wakil Bupati sudah habis milyaran rupiah, bahkan saat ini sudah di anggarkan lagi lewat APBD perubahan, tetapi menurut keuangan anggaranya belum di cairkan.
“Masih banyak hal yang kami mau buka-bukaan, ini baru sedikit saja yang kami buka terkait penggunaan pemborosan anggaran APBD yang di gunakan oleh Wakil Bupati, sementara laporan pertanggungjawaban tidak jelas, bukti buktinya ada semua,”pungkas AFU. (mr/Jefri)
