Warga Bahal Batu Keluhkan Jalan Rusak Akibat Mobil Pengusaha Yang Melebihi Tonase

Warga Bahal Batu Keluhkan Jalan Rusak Akibat Mobil Pengusaha Yang Melebihi Tonase
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SIMALUNGUN – Persoalan jalan rusak di Simalungun hingga saat ini belum juga dapat teratasi oleh Pemerintah. Dengan sentuhan pembangunan infrastruktur yang merata. Hal ini menjadi salah satu perbincangan hangat di kalangan warga, khususnya di Simalungun bawah. Disamping persoalan himpitan ekonomi yang kian hari semakin melemah, dan masyarakat juga disajikan kondisi jalan yang sulit untuk dilintasi.

Seperti halnya yang terjadi di Kecamatan Bosar Maligas dan Huta Bayu Raja, tepatnya daerah Nagori Bahal Batu dan Raja Maligas, Kabupaten Simalungun. Disamping lambatnya tentang pembangunan infrastruktur dan ditambahnya banyaknya gudang penampungan buah kelapa sawit, begitu juga dengan berdirinya Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Akibatnya kondosi jalan yang belum layak menjadi lintasan truk kapasitas besar (over tonase) terpaksa harus dilintasi.

Persoalan ini dipicu dengan banyaknya truk pengangkut TBS dan CPO yang melintas milik pengusaha. Sementara kondisi jalan masih kelas IIIC dengan kapasitas 8 ton, namun truk over tonase terlihat bebas melintas tanpa ada larangan. Amatan dilapangan Rabu (4/9/2019) sekira jam 13,00 wib dalam hitungan menit terlihat puluhan truk over tonase yang melintas.

Adanya kerusakan jalan yang kian hari semakin parah, warga harapkan agar Pemerintah segera melakukan perbaikan. Seperti yang disampaikan JS Sinaga (53) hendaknya Pemerintah harus peka terhadap kondisi kesulitan masyarakat. “Bukan cuman sulit dengan masalah ekonomi saja, namun untuk melintas di jalan juga susah. Sehingga lengkap sudah penderitaan masyarakat saat ini,”ucapnya.

Sinaga juga berharap, Pemerintah harus tindak tegas terhadap truk yang melebihi tonase melalui dinas terkait”. Bukan mala sebaliknya terkesan memberi kebebasan truk over tonase bebas melintas. Kalau tidak ada tindakan, hendaknya Pemerintah melakukan peningkatan kelas jalan. Agar di sesuaikan kondisi jalan dengan kapasitas truk yang melintas.

Lanjutnya, kalau persoalan ini terus dibiarkan, tanpa ada kebijakan dari Pemerintah. “Yang menjadi korban kita kita ini masyarakat kecil”. Sementara para pengusaha tetap mengoprasikan usahanya tanpa memperdulikan dampaknya. Kita juga berharap kepada para wakil rakyat kita untuk turut merasakan apa yang dikeluhkan warganya. Bukan cuman bisa tutup mata, tanpa ada perjuangan untuk masyarakat luas,” harapnya.

Harapan yang sama juga disampaikan Suhandra, warga Bahal Batu. Akibat kondisi jalan yang rusak, bukan saja masyarakat yang merasakan tetapi juga para pengusaha kecil lainnya yang menerima dampaknya. Karena pengusaha ubi, pasir juga banyak mengalami kerugian akibat usaha pengangkutannya mengalami rusak.(mr/tim)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.