Rakor Tim Inovasi (TIK), Bangun Desa, Bangun Raja Ampat
METRORAKYAT.COM, RAJA AMPAT – Program Inovasi Desa merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kapasitas Desa sesuai dengan Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa, mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembangunan Desa secara berkualitas guna meningkatkan produktivitas masyarakat dan kemandirian ekonomi serta mempersiapkan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Puncak dari program inovasi desa adalah bursa inovasi dari berbagai program inovasi yang ada di setiap Distrik.
Guna menyukseskan program tersebut maka Tim Program Inovasi Desa Raja Ampat menggelar rapat koordinasi dan sosialisasi penyedia Peningkatan Kapasitas Teknik Desa, yang berlangsung di Gedung Wanita Waisai, Rabu (04/09/19).
Hadir dalam pembukaan kegiatan Asisten Bidang Pemerintahan SETDA Raja Ampat, Muhidin Umalelen, Perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Provinsi Papua Barat, Wakapolres Raja Ampat, Para Pimpinan OPD di Lingkungan Pemda Raja Ampat, Para Kepala Distrik, dan Tim Inovasi Desa.
Ashar Arfan, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung menyatakan program inovasi desa hadir sebagai upaya mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan dana desa serta memperkuat peran pendamping dan pemberdayaan masyarakat Desa.
“Merevitalisasi peran pendamping dalam membangun potensi ekonomi desa dan menjaga kualitas pemanfaatan dana desa” kata Arfan.
Ia juga menyatakan dasar pelaksanaan yaitu UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, Keputusan Menteri Desa, Keputusan Bupati Raja Ampat No. 83 Tahun 2019 tentang Pembentukan Tim Inovasi Kabupaten dan Sekretariat Tim Inovasi Program Inovasi Desa.
Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan, Muhidin Umalelen, saat membuka secara resmi kegiatan Rakoor berharap program Inovasi Desa akan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi serta produktivitas masyarakat, yaitu dengan adanya inovasi baru sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Selanjutnya Muhidin mengingatkan seluruh tim program inovasi desa harus memiliki wawasan luas, pola pikir yang berkelanjutan, serta program dan kegiatan yang dibangun di Raja Ampat harus bersifat kreatif, inovatif dan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat desa.
“Setiap kampung tentunya memiliki potensi, maka diperlukan kejelian dan kreativitas tim untuk mengembangkan potensi-potensi tersebut,” harap Umalelen. (MR/Jefri)
