Warga Pematang Bandar Masih Ada Jauh Dalam Kemiskinan

Warga Pematang Bandar Masih Ada Jauh Dalam Kemiskinan
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SIMALUNGUN – Miris melihat sisi kehidupan dua keluarga abang beradik, Setu Tarjo (77) dan adiknya Boina (45) yang merupakan warga lingkungan II, Kampung Baru, Kelurahan Kerasaan I, Kecamatan Pematang Bandar, Kqbupaten Simalungun. Yang tinggal dirumah layaknya gubuk dan berdinding dari tepas bambu dan itupun peninggalan orang tuanya.

Amatan dilapangan Kamis (15/8/2019)rumah yang dihuni abang beradik ini sangat kecil dan ditempati 4 orang dengan kondisi lantai yang beralas dengan tanah, dinding dengan tepas bambu dan beratapkan seng yang berkarat jikalau hujan air hujan menembus seng yang bocor hampir di semua sisi, baik dinding maupun atap rumah, dan tidak ada aliran listriknya.

Kehidupan keluarga ini sejak lahir ridak pernah hidup senang, seperti yang diucapkan Setu Tarjo kepada Kru Metro Rakyat, ” Menurutnya merwka sudah terbiasa dengan kehidupan seperti ini. Dirinya pun berharap semoga Pemrintah dapat memberi bantuan lewat program yang ada. Karena untuk bertahan hidup saja dirinya bekerja serabutan. Agar proses hidup dapat bertahan walaupun usia sudah tidak memungkinkan untuk bekeeja serabutan, ujarnya”.

Melihat sisi kehidupan dua keluarga tersebut, Syoroni (45) salah satu pemerhati sosial turut angkat bicara, Seharusnya persoalan ini tidak harus sampai separah ini, hidup untuk makan saja tidak cukup dan rumah yempat berteduh juga tidak layak. Untuk itu kita harus saling peduli terhadap sesama , pasti tidak ada lagi warga yang hidup dengan serba kekurangan. Apa lagi kalau turut campur tangan Pemerintah.

Syoroni juga mengatakn padahal sudah 74 tahun Indonesia Merdeka, namun masih banyak juga masyarakat indonesia dibawah garis kemiskinan yang belum tersentuh dengan program Pemerintah unruk menuntaskan garis kemiskinan. Kiranya kita semua berharap kedepannya Pemerintah melalui dinas terkait dapat menyalurkan bantuan sesuai dengan program Nawa Cita ucap syoroni.

Ditempat terpisah Samiran selaku Kepala lingkungan saat ditemui mengatakan, memang diakuinya kedua keluarga ini sama sekali belum pernah diajukan untuk menerima orogram bedah rumah. Dan soal PKH ( Program Keluarga Harapan) mereka juga tidak menerika, karena sudah tidak ada lagi anaknya yang sedang bersekolah. Tetapi kalau bantuan BPNT ( Bantuan Pangan Non Tunai ) mereka terdaftar, terangnya.

Semetara itu Camat Pematang Badar Juraini Purba ketika dikonfirmasi melalui Telepon Seluler mengatakan, nanti akan kita data, bertepatan ada program pemasangan listrik gratis nanti akan kita usulkan dan masalah program bedah rumah, kedepannya pasti akan kita usulkan,ucapnya (PP/SS)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.