Di Aniaya oleh Oknum Kadus bersama 40 Pelaku, Warga Tembung Nyaris Tewas di Pancur Batu
METRORAKYAT.COM, PANCUR BATU – Dibacok dengan menggunakan parang dan di keroyok oleh sekitar empat puluh orang pria dan salah satunya adalah oknum kepala dusun, seorang Waga Tembung Nyaris meregang nyawa di Pancur Batu.
Korban penganiayaan secara bersama-sama yang menderita luka bacok dikening dan ditanganya terpaksa harus dilarikan ke tiga rumah sakit guna mendapatkan pertolongan medis.

Ironisnya yang melakukan pengeroyokan adalah seorang oknum kepala dusun di kecamatan Pancur Batu berinisial BAT Dkk, yang seharusnya bisa mengayomi dan melindungi masyarakat yang di pimpinya, kejadian yang terjadi di dusun II Desa Duren Pitu kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang, Jumat (9/8/2019) jam 23:00 WIB.
Kejadian bermula pada saat korban bernama Boby Chandra (33) warga Jalan Bersama Kelurahan Bantan Kecamatan Medan Tembung bersama seorang rekanya mendatangi lokasi gubuk tempat ia bekerja yang dibakar oleh beberapa orang. Tak terima gubuknya dibakar ia dan rekanya berusaha untuk menanyakan pada pelaku, apa maksud dan sebab gubuk tempat ia bekerja dibakar oleh para pelaku.
Blum sempat mendapat jawaban, Bobi Chandra langsung dihadang oleh oknum kepala dusun berinisial BAT bersama empat puluh orang lainya dengan bersenjatakan parang dan kayu selanjutnya dengan brutal para pelaku langsung memukuli Boby bahkan ada yang secara brutal membacok kening korban dengan menggunakan sebilah parang panjang.

Akibat kejadian ini korban terpaksa harus dilarikan ke Puskesmas terdekat guna mendapatkan pertolongan medis.
“Aku langsung dipukulin, temanku di tangkap dan diancam akan di bacok juga bila ikut membantu aku yang dipukulin orang itu, keningku dibacok bang hingga aku harus di lariian ke puskesmas terdekat, habis dari situ aku dirujuk kembali ke RS Siti Hajar selama 3 hari selanjutnya karena keterbatasan aku dirujuk kembali ke RS Advent dan di opname disana juga selama 3 hari, aku minta para pelaku segera ditangkap,” ucap Pria bertubuh kekar ini saat ditemui di Salah satu cafe di jalan Brigjen Hamid. Senin (26/8/2019) jam 20:00 WIB.
Sementara itu tak terima adik kandungnya di aniayaya oleh kelompok BAT dkk, akhirnya Abang kandung korban bernama Evansyah (39) membuat laporan pengaduan ke Polrestabes Medan.
“Udah melapor kami bang ke Polrestabes Medan pada tanggal (10/8/2019) lalu, nomor STTLP/1758/YAN/2.5/VIII/2019/SPKT Restabes Medan, udah visum dan udah empat saksi yang diperiksa penyidik, namun sampai sekarang oknum Kepala Dusun bersama para pelaku lainya belum juga ditangkap oleh Polrestabes Medan, kami minta dengan segera para pelaku ditangkap, sebab kejadian ini sudah 14 hari lebih kejadianya.
Menurut informasi yang dikumpulkan dilokasi, kejadian ini terjadi gara-gara pembukaan jalan yang mengarah ke ladang korban.
“Kalau sebabnya gara-gara adanya pembukaan jalan yang dilakukan oleh pemilik lahan tempat korban bekerja, gara -gara itu lah mungkin para pelaku marah dan membakar gubuk tempat korban beristirahat, lagi pula jalan itu kan milik bos si korban, knapa dia ( oknum kadus ) yang keberatan ya ? seharusnya malah mendukung sebab dengan dibukanya jalan itu kan bisa menunjang aktivitas pertanian di sekitar, kan bisa mobil masuk dan membawa hasil bumi dari kebun,” pungkas Evansyah. ( Red/01MR )

