Terkait Jalan Alternatif PT MJB Dihibahkan, Warga Akui Belum Sosialisasi Dan Permohonan

Terkait Jalan Alternatif PT MJB Dihibahkan, Warga Akui Belum  Sosialisasi Dan Permohonan
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Terkait jalan disamping tol kampung salam persimpangan buaya mengarah Kampung Kurnia, yang merupakan akses keluar masuk pintu tol Belawan – Tajung Morawa (Belmera) yang menuai kontroversi.

Selain menghambat arus pengguna jalan, tol, menurut Abdul Rahman Panjaitan selaku mantan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat(LPM) dan warga lingkungan IX Kampung Kurnia Kelurahan Belawan Bahari belum pernah memohon pembuatan jalan tersebut.

“Kami sangat berterimakasih jika memang dibuatnya jalan itu atas dasar permohonan masyarakat, kami masyarakat lingkungan IX dan saya pribadi belum pernah memohon pembuatan jalan tersebut apalagi kepada Pemko Medan, dan itu sekarang dikhawatirkan apakah untuk masyarakat, apakah untuk kepentingan perusahaan, takut kita nanti tujuan pokoknya untuk perusahaan, lalu disini terjadilah yang namanya banjir, bayangkan banjirnya terkadang selutut lebih orang dewasa,”kata Abdul.

Kemudian, baru baru ini ada disitu pembangunan jalan(dekat kantor lurah), ditimbun lalu ditinggikan kejalan jalan rumah warga, namun paritnya jadi rendah karena tidak dikorek, itu sama saja saluran air jadi kecil, makanya baru dibangun kurang lebih tiga bulan menyebabkan banjir apakah tidak diprediksikan sebelumnya.

Akibat penimbunan jalur alternatif milik tiga perusahaan salah satunya PT Mulia Jaya Bahari itu seolah-olah warga lingkungan IX Kampung Kurnia Kelurahan Belawan Bahari menjadi terisolasi.

“Kami ini seolah-olah jadi terisolasi padahal karena pembangunan jadi terisolasi, bayangkan akibat penimbunan itu, seperti menutup (menimbun) kuping kuping air (kanal-kanal) saluran air harusnya kan ada dahulu perencanaannya tentang hal tersebut, agar jangan terjadi banjir,” beber Abdul kepada awak media, Selasa(16/07)

Menurutnya, lingkungan sebagai tempat tinggal mereka itu termasuk daerah vital ekonomi Kelurahan Belawan Bahari disitu puncaknya perputaran ekonomi, karena disitu pusat para nelayan.

“Intinya pembangunan jalan alternatif yang dibuat PT MJB itu mengimbas banjir kepada masyarakat, efek sampingnya jadi lingkungan sembilan banjir sampai sekarang mau kemana susah kena Basah,”ujarnya.

Untuk itu kita minta kepada instansi terkait, bagaimana peruntukannya, juga dengan anggaran dananya apakah dari APBD, APBN, atau CSR. Kami bingung setiap ada pembangunan itu pun entah masyarakat mana yang diadakan Musrenbang, Masalah jalan itu pun sosialisasinya tidak ada, kata sumber.

Beberapa waktu lalu, menurut Camat Belawan Ahmad Sp mengatakan bahwa sudah berdiskusi kepada masyarakat Belawan Bahari.

“Itu masyarakat Dikampung Kurnia ada lebih kurang 480 KK, itu terdiri dari dua lingkungan, waktu itu saya berdiskusi kemasyarakat apakah kita berinsting masyarakat kepingin jalan, karena itu tol, aku tanya ke Jasa Marga, ini jalan jalan kalian, berapa meter lebarnya (50 meter), kita ukur dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN), kita minta ke Jasa Marga untuk mengukur jalan tersebut, diundang mereka BPN, ditengok peta mereka, kemudian ditetapkan BPN 50 meter.” Jelas Ahmad yang sering disapa Ucok itu.

Masih dengan pria berkacamata itu, Setelah itu belajar sama jasa marga, tanya itu gimana masyarakat saya disitu, kita berdiskusi terus, ditempa orang itu, bisa asalkan masyarakat meminta artinya walikota meminta kekementerian, dibuatlah surat diketahui Kepling lurah masukkan kecamat, camat minta ke walikota untuk menyurati yang namanya kementerian PUPR

Kemudia Ahmad Sp menjelaskan bahwa bukan satu perusahaan saja pembuatan Jalaur alternati yakni PT Mulia Jaya Bahari, PT Buga Sari(Group Astra, jalan tol itu sifatnya dihibahkan.

“Kemudian kita gambarkan perkembangan penduduk(persentase), berapa tahun masyarakat sedemikian rupa dari tahun 1984, lalu kementerian PUPR turun langsung, ini kasian lo, masyarakat terisolir, tidak ada jalan untuk keluar mereka artinya jalan yang ada terowongan itu, itu tempat pembuangan air, setelah itu pulang kementerian dibuatlah surat, itu hibah pak, jalan tol itu dihibahkan mereka selebar 3 setengah atau empat meter, dihibahkan ke walikota langsung suratnya.” paparnya kembali. (MR/arl)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.