Banjir Rob Melanda Medan Utara, Banyak Komentar Dari Warga Dan Thomas

Banjir Rob Melanda Medan Utara, Banyak Komentar Dari Warga Dan Thomas
Bagikan

METRORAKYAT.COM, BELAWAN – Sejumlah kawasan Medan Utara seperti Kecamatan Medan Labuhan, Kecamatan Medan Marelan khususnya di Kecamatan Medan Belawan dilanda air pasang laut yang semakin parah (banjir rob) hingga akhir-akhir Minggu ini.

Kota yang sering dijuliki salah satu kota  pelabuhan internasional itu, kini dihiasi banjir rob selain merendam pemukiman penduduk dan tangkahan, perumahan nelayan, air laut naik ke darat hingga membanjiri sebagian ruas dan badan jalan.

Menurut beberapa warga net yang dikutip dari laman jejaring media sosial WhatsApp, banjir dahsyat ini diduga dampak dari proyek Reklamasi Pelindo I peruntukan Dermaga Internasional Terminal Peti Kemas Fase II Belawan, PLTU Paluh Kurau Hamparan Perak, pembangunan jalan alternatif PT Mitra Jaya Bahari (MJB), dan beberapa perusahaan raksasa yang lainnya, diduga keras menimbun kanal-kanal dan menutup aliran anak sungai.

“Ini kami duga akibat(dampak) dari reklamasi makanya banjir semakin parah, khususnya daerah kami lorong 4 veteran kelurahan Bagan Deli ini, sebab hampir 2 jam kami warga menahankan air pasang laut datang,” ujar Rusli warga Kelurahan Bagan Deli Belawan.

Senada dengan itu, muncul komentar lain yakni Sunardi(50) yang juga warga Belawan mengatakan salah satunya reklamasi yang membuati air naik, warga juga enggan keluar dari rumah dikarenakan akses keluar masuk masih terendam, banyak agenda rutinitas warga terhenti akibat dari banjir tersebut.

“Selain itu, sebetulnya menurut saya tidak hanya itu saja, yang membikin naik air pasang laut, minimnya kesadaran masyarakat, untuk tidak membuang sampah di laut atau diselokan dan di lingkungan rumahnya, itu juga bisa menimbul kan dampak air naik akibat tersumbat darinase atau selokan,”katanya.

Seperti dialami kecamatan-kecamatan lain, Ismail (50) warga Kelurahan Nelayan Indah Kecamatan Medan mengalami hal yang sama.

“Disini pun juga banjir besar belum bisa lewat, terendam juga yang namanya kreta, apalagi ditekongan (red_akses menuju perumahan nelayan) sangat dalam banjirnya,” ujar dia.

Selain itu Ketua Karang Taruna Abdul Rahman alias Atan menduga Banjir rob ini dampak dari pembangunan reklamasi Pelindo I (Persero), PT MJB yang jelas nyata melakukan pelanggaran-pelanggaran.

“Kita menduga banjir ini dampak dari perusahaan perusahaan diatas, seperti memperkecil kanal-kanal yang sudah ditata dengan baik dahulunya, ada juga yang menimbun kanal-kanal tersebut. Sehingga menyebabkan aliran air pasang rob jatuhnya kepemukiman warga sekitar Belawan, seperti yang saat ini, dulu air pasang Perdani terjadi setahun sekali, sekarang itu tidak lagi,” ungkap Atan.

Ia juga menyebutkan, penyebab lainnya adalah tidak ada Ruang Terbuka Hijau di sepanjang jalan Pelabuhan Raya.

“Kami menghimbau kepada Dinas terutama Dinas Perkim untuk cepat mengambil tindakan yang tegas terhadap perusahaan-perusahaan nakal yang tidak sesuai dengan peruntukannya,” tegas Atan. Sabtu (06/07).

Terendamnya sebagian ruas dan badan jalan protokol di Kota Pelabuhan Belawan, diduga karena seluruh drainase di Kecamatan Medan Belawan mungkin kondisinya yang buruk, dan juga belum terwujud nya infrastruktur seperti tanggul di sepanjang pantai Belawan kawasan Medan Utara.

Sewaktu kampanye yang lalu Wali Kota Medan janji membuat tanggul disepanjang pantai Belawan, waktu kampanye, sampai sekarang belum ada realisasinya.

“Ini masa periode udah mau habis, sehingga masyarakat Medan Utara merasa kecewa atas janji janji itu, jangan hanya janji palsu, harus dibuktikan,” kata Hendrik pengamat Medan Utara sekaligus penulis disalah satu media elektronik. (MR/ARL)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.