Ayub Ingin Persatukan Warga Dusun VIII, Ketua Komplek Sementara Dibekukan
METRORAKYAT.COM, PERCUT – Kadus Dusun VIII Desa Kolam, Kecamatan Percut Seituan yang baru Muhammad Ayub menyampaikan, misinya ingin mempersatukan Dusun VIII Desa Kolam, apalagi sekarang sudah ada perumahan, ditambah di kampung orang lama ada tiga suku yakni suku Jawa, Melayu, dan Batak.
“Ini dulunya terpecah-pecah pak, tapi sekarang sudah bersatu. Saya berharap warga komplek ini nantinya dapat bergabung semua. Warga komplek janganlah selalu berbatas dengan tembok, karena selama ini saya melihat warga komplek ini tidak perduli dengan yang di luar temboknya,” pinta Ayub pada acara silaturahmi dan perkenaljipannya di Halaman Depan Komplek Griya Nabila 2 Desa Kolam, Sabtu (27/7) malam.
Dia meminta warga Komplek Griya Nabila 2 ini menjadi contoh perumahan di Jalan Masjid karena perumahan yang pertama ini adalah Nabila. “Kalau di Komplek Griya Nabila 2 ini sebagai contoh tidak bisa bersatu, bagaimana dengan perumahan yang lain. Coba kita bergabung dengan orang luar, jangan kita hanya sebatas tembok saja,” ajak Ayub.
Dimintakan juga kepada ibu-ibunya. Perwiritan jangan hanya sebatas komplek saja. Di kampung kita pun ada perwiritan. “Seandainya bapak dan ibu ada kemalangan di komplek ini, mungkin warga tidak ada yang datang, karena tidak ada yang mengenal. Komplek lain, mereka bersatu,” cetusnya.
Masalah kebersihan lanjutnya tidak jauh beda. Dirinya menilai warga komplek hanya membersihkan di sekitar komplek, tapi di luar tidak. “Buktinya depan komplek kita itu jalannya rumput semua. Karena anjuran kepala desa pada 17 Agustus nanti di daerah kita bersih-bersih. Minggu kemarin diadakan gotong royong, hanya beberapa orang saja yang hadir, jadi macamnya belum bersatu,” katanya sembari menimpali masalah keamanan diminta penjaga keamananannya dari dalam komplek.
Menyinggung perkataan dari pembawa acara terkait ketua komplek dia menegaskan, ketua komplek atau RT sejak Kadus yang lama dibekukan untuk sementara. “Kita menunggu sosok yang tepat, karena di komplek ini masyarakatnya belum bersatu. Di pertemuan ini, saya tegaskan sekali lagi untuk sementara ketua komplek atau RT dibekukan. Itu arahan kepala desa dan sementara Komplek Griya Nabila 2 langsung ditangani Kadus,” ucap Ayub.
Kalaupun nantinya ada pemilihan ketua komplek di luar dari tema kita, lanjutnya dirinya tidak bertanggung jawab kalau di kemudian hari timbul permasalahan. Karena dari kepala desa sudah menginstruksikan seperti itu.
“Boleh kita adakan pemilihan ketua komplek atau RT, tapi tunggu masyarakat di sini benar-benar damai atau tidak ada perselisihan faham. Bagaimana kalau ada selisih faham dengan misi saya, sedangkan misi saya mempersatukan. Kalau ada selisih faham di komplek, berarti misi saya gagal, ” tegasnya.
Dia berharap warga komplek ini bersatu demi kemajuan dusun atau kemakmuran komplek ini. “Kalau kita damai nyaman pak,” tandasnya.
Dia mengingatkan kembali, kalaupun betul-betul mau diadakan pemilihan komplek atau RT, diharapkan temukan sosok yang tepat. “Bukan saya menolak. Saya tidak pernah mengatakan menolak atau menentang,” tegasnya.
Kepada warga komplek ini, kalau mau diadakan ketua komplek atau RT tolong yang ada KK Dusun VIII dikumpul, karena UU Desa dibentuk RT minimal 50 KK. “Kalau tidak mencukupi, tidak bisa dibentuk. Mohon dalam waktu dekat dikumpulkan, nanti saya cari sosoknya,” terangnya.
Pantauan wartawan, meskipun ketua komplek dibekukan oleh Kadus VIII, namun sejumlah warga komplek tetap melaksanakan pemilihan ketua komplek. ( MR/Suriyanto/Red )

