Mahfud MD Sebut Aceh Islam Garis Keras, Ketua FKPH Unimal : Pak Mahfud Kok jadi Tak Berkualitas
METRORAKYAT.COM, LHOKSEUMAWE – Pernyataan mantan ketua Mahkamah konstitusi dan Pakar Hukum Tata Negara ‘Mahfud MD’ dinilai berpotensi memicu konflik, Pasalnya pernyataan nya itu sebut salah satu daerah Syariat Islam “Aceh” sebagai Islam garis keras.
Pernyataan itu disampaikan Mahfud dalam wawancara di salah satu stasiun TV. Video. Potongan wawancara yang berdurasi 1 menit 20 detik lalu beredar di media sosial. Berikut pernyataan Mahfud:
“Kemarin itu sudah agak panas dan mungkin pembelahannya sekarang kalau lihat sebaran kemenangan ya mengingatkan kita untuk lebih sadar segera rekonsiliasi. Karena sekarang ini kemenangan Pak Jokowi ya menang dan mungkin sulit dibalik kemenangan itu dengan cara apapun.
Tapi kalau lihat sebarannya di beberapa provinsi-provinsi yang agak panas, Pak Jokowi kalah. Dan itu diidentifikasi tempat kemenangan Pak Prabowo itu adalah diidentifikasi yang dulunya dianggap provinsi garis keras dalam hal agama misal Jawa Barat, Sumatera Barat, Aceh dan sebagainya, Sulawesi Selatan juga.
Saya kira rekonsiliasinya jadi lebih penting untuk menyadarkan kita bahwa bangsa ini bersatu karena kesadaran akan keberagaman dan bangsa ini hanya akan maju kalau bersatu.
Mahfud yang biasanya di idolakan oleh Mahasiswa hukum, kini mendapat kritikan atas pernyataan yang dinilai tak berdasar itu.
Seperti komentar dari Ketua Forum kajian dan penulisan hukum universitas Malikussaleh, menurut nya, Mahfud terlalu menggebu-gebu yang tak memikirkan konsekuensi kedepannya.
“Itu sudah berlebihan, seorang pakar hukum menyatakan hal demikian, sungguh tak mencerminkan perilaku akademis nya, atau pak Mahfud tak tahu sejarah?” pungkas Alga Mahate Ara, Ketua Fkph Unimal melalui pesan aplikasi WhatsApp pada Wartawan, Senin (29/04/2019) sekira pukul 20.00 WIB.
Tanggap nya lagi, Mahfud MD seperti tak paham sekarat Aceh dan pernyataan itu melukai masyarakat Aceh.
“Garis Keras dari mana?, tahukah pak Mahfud itu, Penerjemah Qur’an dalam bahasa Melayu pertama kali di Indonesia Adalah ulama Aceh?, Saya tak menyangka dengan Prof Satu ini, jelas ini melukai hati masyarakat Aceh, dan Prof satu ini jadi tak berkualitas,” tandas Alga dalam wawancara pers nya.
Sebelumnya, Mantan panglima GAM/ketua umum partai Aceh, Muzakkir manaf mengatakan, pernyataan Mahfud MD seperti itu sangat menyakitkan rakyat Aceh, karena Aceh seolah-olah dilabelkan sebagai kelompok Islam garis keras.
“Kami rakyat Aceh memang garis keras dalam menentang penjajah indonesia, penista agama, dan orang-orang culas dalam merusak demokrasi apalagi terhadap komunisme,” kata Mualem. yang dikutip dari SerambiNews.Com.
Atas pernyataan itu, para mahasiswa Aceh mengecam pernyataan Mahfud MD itu, ungkap mereka bukan masalah pilpres, tapi Karena nama Aceh dibawa bawa dan di katakan sebagai Islam garis keras.(MR/Arwan)

