Tokoh Muda Medang Deras : DPRD adalah Transport Kesejahteraan Sosial, Jadi Janganlah Pilih, Caleg Boneka Buat Hidup Makin Sial
MEDANG DERAS, BATUBARA – Hak dipilih dan memilih merupakan bagian yang teramat penting dari demokrasi, dan bagian dari hak azasi. Namun dalam proses berlangsung nya Pesta Demokrasi, yang diharapkan rakyat ialah pemimpin /wakil rakyat yang mumpuni untuk meningkatkan taraf kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.
Mendekati pemilu Pada April 2019 mendatang, yang salah satunya ada pemilihan Calon legislatif dari tingkat pusat, provinsi, sampai ke kabupaten dalam situasi inilah, yang diharapkan rakyat adalah orang yang benar-benar ingin maju, bukannya sebagai pesuruh atau istilah Caleg boneka.
Seperti pandangan dari, salah satu pemuda yang selalu aktif bidang sosial dan kepemudaan Medang Deras, ia katakan bahwa pihaknya sudah mulai bergerak untuk mencekal pergerakan caleg Caleg boneka.
“Caleg boneka ini memang ada, dan kita mengetahui siapa-siapa saja orang nya, tapi kita tak menyebutkan siapa, yang terpenting gerakan nya kita hambat, karna dia adalah pesuruh untuk mencarikan suara,”pungkas Arwan Syahputra, Aktivis Pagurawan Medang deras, Kamis(10/01/19)
Dirinya juga menekankan, biasanya caleg boneka ini adalah pesuruh dari caleg lain Bernama Dapil yang sama dan yang menyuruh nya tetap 1 partai nya.
“Jelasnya, pasti mereka 1 partai, misal dari kecamatan lain, menyuruh salah satu kader partai nya untuk maju ke legislatif Kabupaten, dan jika misalnya suara diperoleh caleg boneka ini 260 suara, dan pihak menyuruh nya mendapatkan 2700 suara, maka suara 260 itu kan untuk menambah kan yang 2700 itu, dan kalo suara nya terbanyak maka ia jadi ketua fraksi,”tambahnya.
Sebagai kaum muda, ia menyampaikan kembali, bahwa pemuda punya fungsi sosial of Control, maka control lah masyarakat agar jangan sampai salah pilih.
“Kita kaum muda ini punya fungsi sosial of control dan jalankanlah, jangan biarkan hak pilih masyarakat ini salah Arah” tutur nya.
Dan diakhir kata, ia menambahkan maupun senior atau pakcik sekalipun, tak perlu didukung klo hanya jadi caleg dapatkan uang bayaran untuk nambah suara orang.
“Siapapun itu kita sikatlah, mau dia senior, atau pakcik kita, ya kalau memang dia untuk cari uang maka kerja, jangan jadi caleg Boneka, sungguh kita tak ridho jika suara rakyat ini sampai salah arah,” tutup nya pada awak media. (MR/IMABARA)


