Kisah Sukses Perwira Lanud Soewondo di luar Kedinasan Dengan Berternak Love Bird

Kisah Sukses Perwira Lanud Soewondo di luar Kedinasan Dengan Berternak Love Bird
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Dewasa ini tidak sedikit permintaan burung cinta ( love bird ) di pasaran burung dan pecinta burung kicau. Dan tak sedikit orang yang membeli burung ini hanya karena suka akan keindahan bulu dan kicauannya yang sangat unik. Bersama permintaan pasar yang semakin meningkat para pedagang burung Love Bird di dalam negeri hingga harus mengimpor dari luar negeri.

Dengan alasan ini lah membuat seorang perwira di Lanud Soewondo yang bernama Mayor Kes Teddy Pane, merupakan penduduk jalan Rumah potong hewan, Lingkungan 10 No 125 kelurahan Mabar kecamatan Medan Deli mulai mencoba peruntungan dengan memelihara dan beternak burung asal Belanda ini, peluang usaha ini lah yang di manfaatkan Pria yang juga merupakan guru besar Karate ini sebagai usaha sampingan yang di mulai pada awal tahun 2012 hingga kini.

Love bird adalah salah satu dari sembilan burung kategori spesies Genus Agapornis (bahasa Yunani) yang berarti burung cinta.

Kanapa di beri nama burung cinta sebab dari perilaku hewan ini yang gemar duduk berdekatan dan saling menyayangi.

Mayor Teddy yang di temui di kediamannya mengatakan bahwa sebelum beternak kita harus mengetahui dahulu jenis kelamin burung dan bisa membedakan mana jantan dan mana betina.

” Cara membedakanya adalah dengan meraba dua capit udang yang terletak dibawah duburnya, kalau keras dan rapat serta lancip adalah jantan sedangkan jika betina capit udangnya adalah betina, ” ucap Simpai Dan IV Karate ini.

Pada peternak pemula sistem koloni sangatlah di anjurkan seandainya belum bisa membedakan jenis kelamin burung ini

” Sebelum proses perkawinan kita harus menyiapkan terlebih dahulu kandang untuk kawin dan menelurnya dulu. Love bird yang baik untuk indukan adalah yang berusia di atas 10 bulan hingga 2,5 tahun karena bila di atas itu biasanya sudah tidak produktif lagi namun jika bisa menelur persentase menetas sangat kecil, Pada saat masa perkawinan kita harus menambahkan makanan ekstra seperti sawi, toge, jagung dan kwaci untuk memicu birahi burung dan bila perawatan Sangat baik burung ini mampu hidup 10 hingga 20 tahun,” ucap pria yang memiliki nomor HP 081264419294 ini.

Sambil menikmati makanan dan minuman yang di suguhkan Mayor Teddy di lantai 2 rumahnya yang juga merupakan lokasi peternakan Sabtu (19/1/2018 jam) 12:00 WIB ia menceritakan awal kisah mulanya beternak burung jenis Lovebird yang menghasilkan puluhan juta perbulan.

” Burung-burung ini sering saya jual ke luar daerah khusus Jakarta sebab saya adalah salah seorang pelindung dan pembina komunitas pecinta Lovebird Gestang Dan tentara Langit yang berkedudukan di Jakarta dan banyak pemain burung serta pecinta burung Lovebird datang kerumahnya saya untuk berburu Lovebird berkualitas untuk kontes dan saat ini saya telah memiliki kurang lebih 500 ekor lebih yang saya koloni dalam tiga kandang Permanen berukuran 3 meter x 5 meter dengan penghasilan puluhan juta rupiah perbulan,” pungkas pria yang beristri seorang dokter ini.

Menurut pantauan di lokasi rumah Mayor Teddy juga memiliki toko pakan ternak yang ia dirikan persis di samping lokasi klinik tempat istri tercintanya praktek ke dokteran dan di dalam rumahnya banyak anak-anak dewasa yang dibantunya berasal dari kampung tempat asalnya bersama istri yang ia didik serta mereka sekolahkan bahkan ada yang sampai jenjang perguruan tinggi serta ada yang telah lulus AKABRI .(MR/Suriyanto)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.