Asma Kumat, Satpam JW Mariot di Temukan Jadi Mayat
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Chairul (28) warga Pinang Ranti, Makassar yang indekos Jalan Cemara I, Lingkungan V, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel Baru, Kecamatan Medan Timur, di temukan tidak bernyawa didalam kamarnya Kamis (24/1) pagi sekira pukul 05.00 WIB.
Tewasnya korban pertama kali di ketahui oleh Sri Indah (32), anak pemilik indekos. Dimana pagi itu, dirinya keluar rumah untuk menyapu halaman. Baru saja mulai membersihkan halaman, Sri mencium bau yang sangat menyengat. Karena tidak tahan dengan aromanya, Sri mencari asal bau tersebut. Sri pun tertuju kepada kamar korban Chairul.
Sri kemudian memanggil suaminya Sugianto (40) dan langsung pergi ke rumah Kepala Lingkungan (kepling), bernama H. Suwito (78), melaporkan kejadian tersebut. Tak lama berselang Kepling dan bersama beberapa warga datang kelokasi. Sampainya disana, Kepling dan warga membuka pintu cadangan yang ada di sekitar kamar korban. Disana, korban terbujur kaku dan sudan membusuk.
Selanjutnya, Kepling menghubungi pihak Kepolisian Sektor Medan Timur. Kanit Reskrim Iptu Prasetiyo Wibowo bersama anggota tiba di lokasi. Setengah jam berselang tim inafis dari Polrestabes Medan, tiba di lokasi melakukan pemeriksaan. Setelah itu korban di bawa ke RS Bayangkhara Medan untuk di lakukan autopsi.
Sementara itu, dari keterangan teman kerja korban berna Aidil Fitra (38), bahwasannya korban mengalami gangguan sesak bafas yang sudah lama.
” Semenjak Selasa (22/1) kemarin, korban sudah tidak masuk kerja. Mungkin karena sakit yang di deritanya,” ucap Aidil.
Lain halnya dengan Sri, dirinya melihat korban tidak pernah keluar kamar selama tiga hari.
” Sudah tiga hari saya lihat abang itu tidak keluar rumah. Karena mencium bau yang tidak makanya saya curiga,” kata Sri.
Kompol Arifin SH, Kapolsek Medan Timur ketika di komfirmasi, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut.
” Korban diduga mempunyai sakit sesak nafas yang di deritanya. Dari hasil pemerikasaan terhadap tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” pungkasnya. (MR/Suriyanto)

