Jelang Natal dan Tahun Baru, KUPP Kelas III Nabire Kordinasi Ke Pihak ASDP Untuk Peningkatan Pelayanan Keselamatan Pelayaran
METRORAKYAT.COM, NABIRE – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Nabire KUPP, bekerja sama dengan pihak ASDP terkait kelengkapan fasilitas Pelayaran yang ada pada Kapal, menyakut dengan alat-alat keselamatan harus cukup sesuai dengan jumlah sertifikasi penumpang jelang Natal dan Tahun Baru. Hal ini di sampaikan oleh Kepala KUPP Nabire, Jemmy Samori. Rabu (28/11/2018).
Saat ini ASDP mempunyai dua Armada Kapal yang siap melayani Rute Nabire, Waropen, Serui dan Biak, langkah untuk antisipasi arus Mudik menjelang Natal dan Tahun Baru KUPP Nabire meminta kepada pihak ASDP agar menambah satu trayek menjadi dua trayek untuk antisipasi kelonjakan penumpang menjelang hari Raya,
“Kami dari UPP Nabire mengantisipasi menjelang arus mudik hari Raya, kami akan menyiapkan Trayek baru, yang biasanya satu minggu satu kali berangkat dari Nabire ke Serui, Waropen, Biak, sekarang kami menambah satu minggu dua kali berangkat dengan Rute Nabire satu minggu dua kali berangkat ke Serui, Waropen dan Biak, karena di Kabupaten Nabire banyak saudara saudara kita dari Serui, Waropen, Biak, yang berdomisili di Nabire tentu pada hari Raya mereka akan kembali ke Kampung halamannya,”ucapnya.
Jemmy menambahkan Dirjen perhubungan Laut telah meberikan Rekomendasi tambahan Dispensasi untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di hari Raya, Itu hal umum biasa pihak kapal di perintahkan menambah alat alat keselamatan sesuai dengan penambahan Dispensasi.
“Untuk kapasitas kapal kami belajar dari pengalaman biasanya kapal tidak melebihi dua kali lipat dari kapasitas kapal itu, paling melebihi standar paling 10% tidak melebihi kapasitas untuk itu kami menyiapkan penambahan alat alat keslamatan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang,” ujarnya.
Harapan kepada seluruh Masyarakat pengguna Jasa Pelabuhan Laut khususnya di Teluk Cendrawasi untuk memakai Fasilitas yang di siapkan Pemerintah, dan menjaga bersama, turut kepada aturan yang ada, karena keslamatan tidak ada tawar menawar, keslamatan menyakut dengan nyawa, nyawa sekali di kasih habis, nyawa bukan KTP, habis masanya bisa di urus ulang di Kantor Distrik. “Marilah kita jaga bersama Fasilitas yang sudah di berikan pemerintah,” serunya.(MR/JEFRI)
