‘Kampung Batik’, Pernah Dijuluki Kampung Kriminal, Kini Berubah Menjadi Salah Satu Destinasi Wisata di Kota Semarang

‘Kampung Batik’, Pernah Dijuluki Kampung Kriminal, Kini Berubah Menjadi Salah Satu Destinasi Wisata di Kota Semarang
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SEMARANG – Perkampungan ini di huni 25 Kepala Keluarga (KK), dengan bentuk bangunan sederhana namun disetiap sudut gang dan dinding pagar dipenuhi lukisan dengan konsep wayang yang penuh warna-warni hasil karya seni warga setempat.

Perpaduan seni lukis dan seni warna ini ternyata didukung semua warga, sehingga mindset kota Semarang terhadap keberadaan kampung Batik Tengah yang dulu dikenal sebagai kampung kriminal namun sekarang telah menjadi salahsatu destinasi wisata di kota Semarang dan di sebut dengan nama kampung Batik.

” Awalnya, tidak ada yang menarik di tempat ini, awalnya merupakan daerah yang gelap tanpa fasilitas penerangan jalan, banjir dan marak kriminalitas, dikenal rawan karena saat itu yang melintas ke daerah ini sering kecopetan, makanya daerah ini di juluki kampung kriminal” kata Dwi Christianto, kepala lingkungan RT. 04 RW II, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Timur, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Rabu, (28/11/18).

Sambung Dwi lagi, atas kesadaran masyarakat dan dukungan dari pemerintah setempat maka,  sejak 29 April Desember 2017 lalu kampung ini mulai dibenahi dan Kampung Batik Tengah saat ini dikenal dengan sebutan Kampoeng Djadhoel.

” Saat ini banyak sekali wisatawan baik lokal dan manca negara yang datang berkunjung ke tempat ini, hal itu pula menjadikan perekonomian warga di kampung Batik Tengah ( Kampung Djadhoel) menjadi berubah drastis dan maju, rumah-rumah warga sekitar berubah menjadi usaha berjualan beraneka jenis batik dari nerbagai usia mulai dari baju, kain songket, selendang dan sarung bermotif batik,” tutur Kepling ini.

Seiring pembenahan warga, bantuan pemerintah kemudian turut menyentuh daerah Kampung Batik Tengah. Jalan-jalan yang sebelumnya digenangi banjir, dibangun dan ditinggikan melalui dana APBD Kota Semarang.

“Pembenahan ini seluruhnya belum selesai dan kita masih terus berbenah. Karena membutuhkan biaya maka kita juga membuat kotak sumbangan. Kendati sudah ada bantuan dana CSR PLN, namun tidak banyak. Jadi saat ini kita mengandalkan kotak sumbangan dari pengunjung itu sekarang,” katanya.

Pemerintah kota Semarang selanjutnya melihat Konsep batik disetiap rumah warga yang dihuni 25 kepala Keluarga (KK) itu sangat menarik dan unik sehingga membuat Pemko Semarang menjadikan Kampung Batik Tengah sebagai Kampung tematik, yakni kampung yang bertema.

Sementara, Kabag Humas Pemko Medan Ridho Nasution yang diwakili Kasubbag Humas Pemko Medan, Hendra Tarigan S.Sos berharap Sentra Batik Medan yang diperkenalkan Ketua TPPK Hj Maharani dapat meniru tindakan Kampung Batik Semarang untuk mendatangkan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara nantinya. (MR10/RED)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.