SMPN 7 Kota Langsa Diambang Kehancuran
METRORAKYAT.COM, LANGSA – SMPN 7 Langsa yang berada di jalan Gampong Simpang Wie Kecamatan Langsa Timur Kota Langsa di ambang kehancuran di karenakan kepala sekolah jarang masuk, sehingga proses belajar mengajar barjalan sendiri tanpa ada yang komando.
Jika kepsek jarang masuk kerap kali terjadi keributan bendahara dengan pegawai bakti di karenakan gaji pengawai bakti yang di berikan oleh bendahara selalu di potong.
Pengawai bakti bernama saja Hera Wati yang sudah bekerja di sekolah tersebut sebagai pesuruh bagian kebersihan dalam kantor sudah bekerja selama 12 tahun dengan di berihonor perbulan 100 ribu di terima tiga bulan sekali, namun dirinya tidak terima uang tiga ratus ribu rupiah setiap tiga bulan sekali, hanya menerima seratus ribu rupiah yang di berikan oleh bendahara Sekolah SMPN 7 Langsa yang akrab di panggil Kak Ita.
Di tempat terpisah Metrorakyat.com mengkonfirmasi Kepsek SMPN 7, Syarifuddin SPd. I akrap disapa Asou Syurga mengatakan, memang ada pemotongan honor kepada pegawai bakti di sebabkan uang BOS yang di kucurkan kesekolah sudah di potong di karnakan jumlah murid berkurang, dengan sebab itu maka honor untuk pengawai bakti juga di potong karna uang BOS sudah di potong, dan menyangkut dengen honor hera wati yang di berikan Seratus ribu honor untuk tiga bulan oleh bendahara saya belum tau nanti saya panggil bendaharanya,”ungkap Kepsek.
Dan mengenai kepsek jarang masuk di akui olehnya, karna dirinya sebelum di tugaskan di SMPN 7 sebelumya menjadi Kepsek SMPN 6 yang berada di jalan perumnas Langsa Baro, dirinya sudah mengatakan kepada intansi terkait dan kepada Dewan DPRK langsa menolak menjadi kepsek SMPN 7, “Namun dewan DPRK Langsa meminta kepada saya untuk duduk aja sebantar demi untuk kelancara Ujian Nasional (UN) di waktu itu setelah Ujian Nasional selesai nanti kita pindahkan ketempat yang lain, namun dengan waktu berjalan sampai sekarang saya belum juga di pindahkan sehingga untuk sayapun masuk kesekolah kapan saya suka dan masuk hanya teken-teken berkas yang di perlukan,”tutup Kepsek SMPN 7. (MR/DANTON)
