Dibayar Rp150.000-RP 300.000/Bulan, Puluhan Guru Honor Batu Bara Unjuk Rasa

Dibayar Rp150.000-RP 300.000/Bulan, Puluhan Guru Honor Batu Bara Unjuk Rasa
Bagikan

METRORAKYAT.COM, BATUBARA – Puluhan Anggota Presidium Serikat Guru Indonesia (SPGI) Kabupaten Batubara, unjuk rasa di halaman kantor DPRD Batu Bara berlanjut di halaman kantor Bupati Batu Bara, Senin (17/9/18). Mereka menuntut peningkatan kesejahteraan dari 1800 orang guru honorer se kabupaten Batubara.

Kordinator SPGI, Edy Masyuri dalam orasinya menuntut kepada Pemerintah Kabupaten Batubara untuk dapat meningkatkan kesejahteraan guru honorer dan pengangkatan CPNS. Saat ini guru honorer hanya menerima Rp 150.000, – Rp 300.000/bulan. Angka itu jelas sangat jauh dari kata sejahtera.

“Kami minta kepada Pemerintah Batubara untuk menaikkan honor guru honorer sesuai UMK bagaimana dapat dikatakan sejahtera untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari, Kami berharap DPRD Batu Bara dan pemerintah kabupaten Batu Bara untuk merealisasikan anggaran per Januari Tahun 2019. Dan apabila tuntutan kami ini tidak direalisasikan kami dari 1800 orang guru honorer yang tergabung SPGI se kabupaten batu bara akan turun lagi untuk mendesak pemerintah kabupaten batu bara,”ungkapnya.

Selain itu, Edy Masyuri juga mendesak adanya pengangkatan sebagai CPNS, Jaminan Perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja sesuai amanah UU NO.20 Tahun 2003 pasal 40 ayat 1, tentang sistem pendidikan nasional, UU NO.14 Tahun 2005 pasal 39 ayat 1 tentang guru dan dosen. “Peraturan Pemerintah NO.74 Tahun 2008 pasal 39 ayat 1, pasal 40 ayat 1,2 dan pasal 41, dan Peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan NO.10 Tahun 2017 pasal 2 ayat 1 s/d 6.,”papar Edy.

Massa diterima Ketua DPRD Batu Bara komisi C Amat Mukhtas memberikan respon Dewan memastikan akan membahas persoalan itu secara serius,didampingi oleh annggota DPRD lainnya yaitu Yahdi Khoir Harahap, Rizky Aryetta, Jalasmar Sitinjak, bahwa legislatif sebelumnya telah mempertanyakan persoalan itu kepada pihak Pemeritah kabupaten batu bara maka nya kami tidak mau berganti di komisi sebab kami di komisi C akan tetap mengikuti jalan tuntutan bapak ibu guru ini,bahkan persoalan ini sudah kami bawah ke pemerintah pusat, MenPan dan MenDikBud.

Komisi C meminta utusan para guru honorer untuk melakukan rapat dengar pendapat (RDP) di ruangan komisi C selesai orasi ini.

Sementara Plt.Kadisdik Batu Bara Bahrumsyah, menyampaikan Bupati Batu Bara mempercayakan dirinya sebagai orang Plt.Kadisdik Batubara. “Tuntutan bapak dan ibu akan saya sampaikan kepada bupati agar tunjangan kesejahtraan para guru guru honorer yang sangat memprihatinkan ditampung di APBD Pemerintah Kabupaten Batu Bara mulai per Januari Tahun 2019 dan pengangkatan CPNS.

Sambil meneriakkan hidup guru,,,,hidup guru,,,hidup guru,,,terimakasih. Selesai orasi ini saya pinta kembali ke sekolah masing masing untuk membantu kepala sekolah karena saat ini lagi ujian,”pinta Bahrumsyah.

Plt. Bupati Batubara RM Harry Nugroho mengatakan, apa yang menjadi tuntutan guru honorer akan kita usulkan untuk ditampung di APBD 2019.

“Di masa sisa jabatan saya, tuntutan dari guru honorer akan kita usulkan di APBD 2019,” imbuhnya.

Turut hadir Plt.Bupati Batu Bara Harry Nugroho, ketua Komisi C DPRD Batu Bara, anggota DPRD Komisi C, Plt.Kadisdik Batu Bara Bahrumsyah, SKPD lainnya.

Unjuk rasa berjalan aman, tertib, dengan kawalan jajaran Polres Batu Bara dan Satpol PP. (MR/PS)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.